The Lost Vikings bukan hanya salah satu game terbaik di perpustakaan SNES, tetapi juga memainkan peran penting dalam sejarah game.
Game ini dikembangkan oleh studio kecil bernama Silicon & Synapse.
Sebelum The Lost Vikings, mereka hanya merilis satu judul: RPM Racing, sebuah remake dari game balap EA untuk Commodore 64.
>>> Hari Ini dalam Sejarah DC: Krypto, Anjing Super, Mendarat di Bumi
Ketika The Lost Vikings dirilis, game ini mendapat ulasan bagus dari kritikus, dengan Nintendo Power menyebutnya sebagai salah satu game terbaik tahun 1993.
Umpan balik positif itu membantu menarik lebih banyak perhatian ke Silicon & Synapse.
Studio ini kemudian merilis game lain, Rock n' Roll Racing, dan tidak lama kemudian, studio tersebut diberi nama baru yang langsung dikenali para gamer: Blizzard Entertainment.
Saat ini, Blizzard identik dengan waralaba terkenal seperti Warcraft, Diablo, dan StarCraft. Namun, mungkin semua itu tidak akan terjadi jika bukan karena The Lost Vikings.
Game ini luar biasa dengan kelebihannya sendiri, tetapi juga jauh lebih berpengaruh daripada yang diakui.
Hampir Menjadi Waralaba Besar
Debut The Lost Vikings di SNES adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Game ini kemudian dirilis di beberapa platform lain, termasuk Amiga dan Sega Genesis, yang menambahkan komponen multipemain.
Pada tahun 1997, game ini mendapat sekuel, The Lost Vikings 2, yang dirilis di SNES bersama platform lain seperti Sega Saturn dan PS1.
Meski tidak sesukses game sebelumnya, sekuel ini tetap menjadi hit di kalangan kritikus, dengan pujian untuk teka-tekinya yang sulit namun adil.
Sayangnya, faktor terbesar yang menghalangi waralaba ini meluncurkan seri besar adalah waktu. Game 3D sangat populer di akhir 90-an dan menjadi bukti kemampuan konsol modern.
Game 2D seperti The Lost Vikings 2 dianggap sebagai peninggalan masa lalu, sehingga sebagian besar diabaikan.
Meskipun The Lost Vikings tidak pernah menjadi seri besar, kedua game tersebut telah teruji oleh waktu, terutama yang asli.
Setelah menerima port Game Boy Advance pada tahun 2003, game ini diperkenalkan kepada audiens baru.
Lebih banyak gamer mendapat kesempatan untuk mengalaminya ketika kedua game dibawa ke Switch, PS4, PC, dan Xbox One melalui Blizzard Arcade Collection pada tahun 2021.
Saat ini, The Lost Vikings telah menjadi game klasik kultus era 90-an, meskipun tidak pernah menjadi mainstream.
>>> 5 Pertanyaan Terbesar Setelah Akhir Season 2 Avatar: The Last Airbender Netflix
Game ini adalah salah satu game puzzle terbaik pada masanya, dan siapa pun yang melewatkan judul ini di era SNES wajib mencobanya.
