Perjalanan Goku dan kawan-kawan dalam Dragon Ball telah menjelajahi berbagai dimensi, mulai dari luar angkasa hingga alam baka.
Namun, di tengah banyaknya alur cerita yang ikonik, beberapa momen penting justru luput dari perhatian penggemar.
>>> 5 Game Open World Xbox 360 Terbaik yang Mungkin Terlupakan
Meskipun transformasi Super Saiyan pertama Goku, kedatangan Future Trunks, dan kembalinya Vegeta ke sisi gelap adalah momen krusial, ada pula plot poin yang kini jarang dikenang.
Goku Menjadi Target di Tournament of Power
Dalam Dragon Ball Super, Tournament of Power menampilkan pertarungan antar semesta dengan taruhan kehancuran. Tanpa disadari, Goku menjadi sasaran kebencian dari semesta lain karena perannya dalam turnamen tersebut.
Dinamika menarik muncul ketika Goku dan Universe 7 dipandang sebagai antagonis, sementara petarung Universe 11 menjadi pahlawan.
Fokus pada aksi dan kekuatan super membuat vilifikasi Goku ini kurang mendapat sorotan.
Harapan Bardock untuk Putra-putranya
Di manga Dragon Ball Super, terungkap bahwa Bardock pernah berharap kepada Shenron agar kedua putranya, Goku dan Raditz, dapat berkembang.
Keinginan yang ambigu ini sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Beberapa menafsirkan kesuksesan Goku sebagai hasil dari harapan ayahnya. Kontroversi ini membuat alur cerita ini cenderung diabaikan.
Transformasi Great Ape Goku menjadi penyebab kematian Kakek Gohan. Kebenaran ini baru terungkap saat Goku berhadapan dengan Vegeta di Dragon Ball Z.
Meskipun Goku mungkin masih menyimpan rasa bersalah, momen tragis ini jarang dibicarakan, terutama karena Great Ape kini menjadi kekuatan yang usang.
Kami, Dewa Bumi, sempat menawarkan posisi penjaga bumi kepada Goku setelah melihat kemurnian hatinya saat mengalahkan Piccolo di turnamen seni bela diri ke-23.
Goku menolak tawaran tersebut karena ingin menjalani kehidupan normal bersama Chi-Chi. Momen ini sering terlupakan di tengah keseruan akhir turnamen.
Setiap Dewa Kehancuran memiliki keterkaitan hidup dengan Kai Agung di semesta mereka. Kematian Kai Agung berarti akhir bagi Dewa Kehancuran pasangannya.
