Hubungan Leonard Nimoy dengan Star Trek selalu rumit.
Karakter ikoniknya, Spock, mungkin identik dengan waralaba ini, tetapi Nimoy sempat berselisih dengan William Shatner dan Gene Roddenberry.
>>> Wonder Woman Mendapatkan Cincin Green Lantern dalam Twist Mengejutkan
Pada 1975, wajah Spock muncul di mana-mana setelah Paramount melisensikannya untuk iklan bir Heineken yang provokatif. Nimoy tidak terima dan menggugat studio karena pembayaran royalti dihentikan.
Paramount Siapkan Pengganti Spock
Awalnya Paramount berencana membuat serial baru berjudul Star Trek: Phase II. Nimoy menolak bergabung karena hubungannya dengan Roddenberry memburuk dan ia hanya ditawari peran sekunder.
Roddenberry pun menciptakan karakter pengganti Spock: Xon, seorang Vulcan berdarah murni. Aktor David Gautreaux direkrut untuk peran itu, meskipun para penggemar mengancam akan meracuninya.
Namun rencana berubah ketika jaringan televisi baru dibatalkan. Pilot Phase II dianggap cukup besar untuk dijadikan film, apalagi setelah kesuksesan Star Wars pada 1977.
Kembalinya Nimoy ke Star Trek
Sutradara Robert Wise, yang bukan penggemar Star Trek, segera menyadari bahwa Spock sangat penting. Eksekutif Paramount Jeffrey Katzenberg menemui Nimoy di New York untuk membujuknya.
>>> Kumpulan Livery Es Truck Simulator ID Terbaru 2026
Nimoy awalnya menolak meskipun Katzenberg menyarankan ia tetap melanjutkan tuntutan hukum sambil bekerja. Nimoy menganggap itu tidak berintegritas.
Setelah Paramount menyelesaikan tuntutan hukum, Nimoy merasa terjebak. Ia sadar akan terus ditanya mengapa menolak film Star Trek.
Akhirnya ia kembali untuk Star Trek: The Motion Picture.
Atas permintaan Gautreaux, karakter Xon dihapus total. Ia sendiri memerankan komandan latar.
>>> Sam Raimi Akan Sutradarai Remake Film Horor Klasik Magic
Roddenberry menyimpan ide Xon untuk masa depan, yang kemudian menginspirasi karakter Data di The Next Generation.