Avatar: The Last Airbender Season 2 versi live-action Netflix akhirnya memperkenalkan Toph Beifong, salah satu karakter favorit penggemar.
Namun, adegan perkenalannya justru memicu perdebatan sengit di kalangan penonton.
>>> 86 Tahun Berlalu, Tom and Jerry Kembali Populer di PVOD Jelang Reboot
Dalam serial animasi, Toph memiliki kelemahan saat berada di atas pasir karena indra seismiknya terganggu. Di live-action, ia bertarung di arena yang dilapisi pasir tanpa kesulitan berarti.
Adegan yang Menuai Kritik
Toph muncul dalam turnamen Earthbending bawah tanah, mengalahkan lawan bernama The Boulder. Aang melihat kemampuannya dan memintanya menjadi guru.
Yang menjadi sorotan adalah lapisan pasir di lantai arena. Di serial asli, Toph kesulitan 'melihat' dan membending di pasir, seperti saat ia di gurun.
Beberapa penggemar di media sosial mengkritik keputusan ini. Mereka menilai Netflix salah memahami karakter Toph dan menghilangkan elemen perkembangan karakternya.
>>> 10 Momen Sokka Diam-diam Menyelamatkan Dunia Avatar
Namun, ada pula yang membela dengan argumen bahwa pasir di arena hanya selapis tipis di atas tanah padat, sehingga tidak mengganggu kemampuan Toph secara signifikan.
Perubahan Alur Cerita
Netflix juga menghilangkan adegan gurun pasir dari serial animasi. Dalam versi live-action, Perpustakaan Wan Shi Tong ditempatkan di Dunia Roh, sehingga tidak ada pertarungan di gurun.
Dengan demikian, kelemahan Toph terhadap pasir mungkin tidak menjadi kanon dalam adaptasi ini. Ini adalah versi karakter yang berbeda, meskipun tetap mengambil inspirasi dari serial asli.
>>> 5 Game Boy Terbaik yang Terlupakan, Layak Dimainkan Kembali
Meski menuai kontroversi, belum bisa dipastikan apakah ini kesalahan pemahaman atau perubahan yang disengaja. Yang jelas, adegan ini memicu diskusi hangat di kalangan penggemar.