Star Trek merupakan salah satu waralaba fiksi ilmiah paling berpengaruh dan produktif sepanjang masa. Gelombang kedua serialnya yang tayang pada 1980-an dan 1990-an menandai puncak popularitas waralaba tersebut.
Meskipun banyak peniru bermunculan, salah satunya justru kurang mendapat perhatian selama masa tayangnya yang singkat. Serial tersebut adalah Earth 2, yang hanya bertahan satu musim pada 1990-an.
>>> 10 Karakter Dragon Ball yang Tak Pernah Mencapai Potensi Maksimalnya
Dengan Steven Spielberg sebagai produser eksekutif, Earth 2 tampaknya berada di jalur menuju kesuksesan.
Namun, serial ini tidak meraih ketenaran abadi, meskipun masa tayangnya yang singkat dihargai karena lebih dari sekadar tiruan Star Trek.
Earth 2 Hanya Bertahan Satu Musim
Meskipun judulnya mungkin mengingatkan pada persilangan multiverse ala DC Comics, Earth 2 dari NBC mengeksplorasi konsep planet mirip Bumi dengan cara yang berbeda.
Premisnya berkisah tentang Proyek Eden, sekelompok kecil penjelajah yang pergi ke dunia mirip Bumi bernama G889.
Misi mereka adalah mencari obat untuk "sindrom" misterius yang baru-baru ini menyerang putra miliarder Devon Adair.
Sindrom ini sebagian besar tidak diakui oleh otoritas, meskipun kecenderungannya menyerang anak-anak diyakini berasal dari tidak tumbuh di Bumi, karena sebagian besar umat manusia kini tinggal di koloni luar angkasa.
Nekat menyelamatkan putranya, Adair mengumpulkan tim untuk melawan keinginan atasan dan menetap di G889, berharap lingkungan mirip Bumi akan menyembuhkan mereka yang terkena sindrom.
Tiba di sana 22 tahun cahaya kemudian, Proyek Eden menemukan bahwa G889 tidak sepenuhnya seperti yang mereka harapkan.
Situasi diperumit oleh kehadiran kelompok berbeda yang berasal dari planet tersebut, salah satunya terhubung secara biologis dengan planet itu.
Lebih buruk lagi, ada Dewan yang bertujuan menjajah dunia baru ini tanpa mempedulikan dampak tindakan mereka.
Hal ini membuat cerita menjadi serial yang mirip dengan Star Trek dalam hal eksplorasi planet dan keajaiban fiksi ilmiah, sambil juga memasukkan elemen politik dan filosofis yang diharapkan dari waralaba legendaris tersebut.
