Netflix merilis Season 2 dari adaptasi live-action Avatar: The Last Airbender. Meskipun mengikuti alur utama Book 2 versi animasi, serial ini membuat banyak perubahan.
Dengan hanya tujuh episode, beberapa penyesuaian terasa wajar. Namun, ada juga perubahan yang mengubah motivasi karakter dan tantangan mereka menuju Season 3.
>>> Tiga Tahun Lalu, Anime Fantasi Gelap Terbesar Hulu Berakhir Tanpa Konfirmasi Sekuel
Lompatan Waktu yang Signifikan
Season 2 mengambil latar waktu lebih jauh dari Pengepungan Utara dibandingkan versi aslinya. Para aktor yang lebih tua membutuhkan penyesuaian ini.
Serial tidak secara eksplisit menyebutkan berapa lama waktu berlalu, tetapi terlihat sudah satu atau dua tahun. Lompatan waktu ini tidak berdampak besar pada cerita.
Dinamika Keluarga Zuko dan Azula
Hubungan keluarga kerajaan Api sedikit diubah. Ozai meminta Azula membawa Zuko pulang untuk diampuni, berbeda dengan versi animasi yang langsung mencap mereka pengkhianat.
Kisah masa kecil Zuko dan Azula juga berbeda, terutama soal ibu mereka, Ursa. Dalam adaptasi, Ursa mencoba melarikan diri bersama anak-anaknya sebelum diasingkan.
Perubahan ini menggeser motivasi karakter, meskipun tidak terlalu mengganggu. Namun, perlu hati-hati jika serial ingin mengembangkan lebih lanjut di Season 3.
>>> 6 Anime Baru Hadir di Hulu pada Juli 2026
Aang yang Lebih Murung
Aang di versi live-action jauh lebih murung dibandingkan versi animasi. Ia menghadapi masalah kepercayaan yang besar, bahkan mempertanyakan Katara, Sokka, dan Toph.
Dalam satu adegan, ia menyalahkan Katara karena membantu orang sebagai Painted Lady. Serial mencoba menggali lebih dalam perasaan Aang sebagai Avatar, tetapi membuatnya sulit didukung.
Perpustakaan dan Painted Lady Dipindahkan ke Ba Sing Se
Season 2 memindahkan beberapa alur cerita ke Ba Sing Se. Kisah Painted Lady yang asalnya di desa Fire Nation kini terjadi di ibu kota Earth Kingdom.
Perjalanan ke perpustakaan Wan Shi Tong juga berubah, dari melintasi gurun menjadi melalui Dunia Roh. Akibatnya, kematian Jet terjadi di perpustakaan, bukan di bawah Danau Laogai.
>>> 5 Game Era 80-an yang Masih Seru Dimainkan Hingga Kini
Perubahan ini membingungkan meskipun masuk akal untuk adaptasi. Namun, mengubah latar kematian Jet membuatnya terasa kurang bermakna.
