Perdebatan berpusat pada interpretasi: ada yang membelanya sebagai metafora korupsi politik dan penyalahgunaan kekuasaan, namun banyak penonton tidak bisa melupakan citra syoknya.
Film ini menjadi contoh utama provokasi ekstrem di abad ke-21, memunculkan pertanyaan tentang batas yang harus dihormati sebuah karya seni.
Blonde (2022)
Blonde adalah film biopik fiksi tentang Marilyn Monroe yang menuai kritik pedas karena menjanjikan sesuatu yang berbeda dari yang disajikan.
Film ini mengeksplorasi kehidupan pribadi, hubungan, dan dampak ketenaran terhadap kesejahteraan emosional Monroe, namun lebih menjadikannya simbol penderitaan daripada menggambarkan siapa dirinya.
Bagi sebagian kritikus, pendekatan ini adalah penggambaran kuat tentang bagaimana Hollywood menghancurkan bintangnya.
Namun bagi sebagian besar penonton, film justru melakukan apa yang dikritiknya: mereduksi wanita kompleks menjadi siklus trauma dan pelecehan.
Satu-satunya elemen yang dipuji secara konsisten adalah penampilan Ana de Armas, meskipun beberapa mempertanyakan keputusannya menerima peran tersebut.
Fahrenheit 9/11 (2004)
Dokumenter biasanya tidak sepopuler film laris, namun Fahrenheit 9/11 menjadi pengecualian besar.
Film ini mengkaji kepresidenan George W. Bush dan keputusan yang membawa Amerika Serikat ke Perang Irak setelah serangan 11 September.
Kontroversi muncul karena sudut pandangnya yang sangat kritis terhadap pemerintahan Bush, memicu perdebatan sengit antara pendukung dan penentang kebijakan perang.
>>> Kutipan Terbaik Sung Jinwoo di Solo Leveling Jadi yang Terhebat dalam Sejarah Anime
Fahrenheit 9/11 menjadi salah satu dokumenter terlaris sepanjang masa, membuktikan bahwa film non-fiksi pun bisa memecah belah opini publik.