⌂ Beranda News GTA 6 Ultimate Edition Rp 1,6 Juta Dikritik karena Kunci Konten Single-Player

GTA 6 Ultimate Edition Rp 1,6 Juta Dikritik karena Kunci Konten Single-Player

GTA 6 Ultimate Edition Rp 1,6 Juta Dikritik karena Kunci Konten Single-Player
Ilustrasi: GTA 6 Ultimate Edition Rp 1,6 Juta Dikritik karena Kunci Konten Single-Player
A A Ukuran Teks16px

Harga Grand Theft Auto 6 akhirnya terungkap, bersamaan dengan bonus pra-pesan dan edisi game lainnya.

Edisi Ultimate hadir dengan berbagai konten tambahan, namun pemain terkejut melihat banyak fitur terkunci di balik varian yang lebih mahal ini.

>>> 10 Sekuel Anime Musim Panas 2026 yang Wajib Ditonton Juli Ini

Dengan harga yang sangat tinggi untuk Edisi Ultimate, Rockstar tampaknya mengunci sebagian besar konten GTA 6, yang menuai frustrasi penggemar.

Lokasi dalam Game Terkunci di Edisi Ultimate

Edisi Ultimate GTA 6 dibanderol seharga $100 (sekitar Rp 1,6 juta), $20 lebih mahal dari versi standar yang dijual seharga $80 (sekitar Rp 1,28 juta).

Perbedaan utama terletak pada konten eksklusif single-player yang hanya bisa diakses oleh pembeli Edisi Ultimate. Ini termasuk lokasi seperti Jason’s Safehouse Vehicles, tempat pemain bisa membeli kendaraan khusus.

Selain itu, tempat modifikasi kendaraan, salon rambut, toko pakaian, dan garasi juga hanya tersedia dalam edisi ini.

Total ada belasan item dan lokasi yang terkunci, seperti kendaraan mewah '95 Grotti Cheetah, senjata Hawk & Little Morgan Revolvers, dan kendaraan amfibi Shitzu Squalo.

>>> Looney Tunes Kembali ke Layar Lebar pada 2026 Setelah Coyote Vs. Acme

Kritik muncul karena konten yang terkunci bukan hanya kosmetik, tetapi juga mencakup fitur yang memengaruhi gameplay, seperti akses ke markas geng untuk menjarah item unik atau misi untuk mengumpulkan kendaraan langka.

Bahkan ruang penyimpanan kendaraan tambahan, yang seringkali penting dalam seri Grand Theft Auto, juga dikunci di balik Edisi Ultimate.

Kekecewaan Penggemar Terhadap Monetisasi

Penggemar menyuarakan kekecewaan mereka karena harus membayar lebih untuk membuka berbagai area dan fitur dalam game.

Banyak yang merasa bahwa $100 adalah harga yang terlalu tinggi untuk sekadar membuka toko-toko dan opsi kustomisasi.

Tindakan ini dianggap sebagai skema monetisasi yang predatori, terutama karena pemain tetap harus mengumpulkan uang dalam game untuk membeli item di toko-toko tersebut.

>>> HBO Max Hidupkan Kembali "Adventure Time" dengan Serial Baru

Beberapa pemain khawatir bahwa ini bisa menjadi tren yang mengkhawatirkan bagi industri game, di mana konten single-player yang signifikan dikunci di balik edisi premium.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru