Nintendo dan Sega pernah bersaing ketat di pasar game rumahan pada era 1990-an, yang dikenal sebagai 'Console Wars'.
Namun, ada satu tanggal yang menjadi momen penting bagi kedua perusahaan: 23 Juni.
>>> Dreamworks Rilis Trailer Forgotten Island, Perpaduan Family Guy dan Anime
Pada 23 Juni 1991, Sega memperkenalkan Sonic the Hedgehog, baik sebagai game maupun karakter ikonik.
Lima tahun kemudian, tepatnya 23 Juni 1996, Nintendo merilis Super Mario 64 untuk Nintendo 64, yang membawa Mario ke dunia 3D penuh.
Selama tiga dekade, tanggal ini menjadi hari jadi yang tak terduga bagi dua game paling dicintai dari masing-masing waralaba.
Meski sama-sama penting, hanya satu yang mengubah lanskap game secara drastis.
Sonic the Hedgehog Membawa Sega ke Puncak
Sonic the Hedgehog dirilis pada 23 Juni 1991 sebagai andalan Sega Genesis. Di saat Nintendo mendominasi dengan NES, Sega butuh sesuatu yang menonjol dan sesuai zamannya.
Sebagai platformer, Sonic menawarkan kecepatan alami yang mendebarkan, kontras dengan ritme Mario yang lebih lambat. Karakter Sonic penuh dengan sikap punk dan kepribadian sejak awal.
Lanskap warna-warni dan grafis 16-bit yang kuat membuat Sonic langsung sukses, terutama karena dibundel dengan konsol. Game ini mendefinisikan Sonic sebagai maskot utama industri game.
>>> Kreator Hazbin Hotel Garap Film Musikal Animasi untuk Warner Bros.
Hingga kini, petualangan asli Sonic tetap menjadi tolok ukur desain game, menonjolkan kecepatan tanpa mengorbankan strategi. 35 tahun kemudian, game ini masih dianggap karya yang solid.
Super Mario 64 Mengubah Game Selamanya
Mario tetap bertahan di tengah persaingan, dengan berbagai sekuel dan spin-off di SNES. Namun, belum ada game yang benar-benar menunjukkan masa depan platformer hingga Nintendo 64 hadir.
Super Mario 64 dirilis sebagai peluncuran konsol, membawa Mario ke dunia 3D yang luas. Game ini debut di Jepang pada 23 Juni 1996, sebelum dirilis global tahun berikutnya.
Dengan opsi pertarungan yang diperluas dan dimensi baru, Super Mario 64 mendorong batas grafis dan desain game. Kamera yang dikendalikan pemain menjadi inovasi revolusioner untuk game 3D.
Game ini mengubah arah industri, menjadikan 3D sebagai standar masa depan. Sementara karakter lain seperti Sonic kesulitan beradaptasi, Mario membuktikan efektivitas pendekatan baru ini.
Nintendo, Sega, dan pesaing baru seperti Sony pun mengadopsi gaya 3D untuk waralaba AAA mereka.
>>> Lionsgate Konfirmasi Kembalinya The Blair Witch Project pada 2027
Super Mario 64 mengubah lanskap game konsol dengan cara yang masih terasa hingga kini.