Adaptasi anime dari manga "Wandance" yang digarap oleh Madhouse dan Cyclone Graphics menuai kekecewaan akibat kualitas animasinya yang dinilai kurang memuaskan.
Meskipun Madhouse merupakan studio besar, kolaborasi ini belum berhasil mengangkat seri "Wandance" ke standar yang diharapkan.
>>> James Gunn Ungkap Peran Penting Supergirl di 'Man of Tomorrow'
Kritik utama tertuju pada gerakan tarian yang seharusnya cair namun terlihat kaku akibat penggunaan model 3D yang kurang mulus.
Perpaduan animasi 2D dan 3D yang kurang harmonis serta penggunaan CGI yang berlebihan dinilai gagal menangkap keindahan visual manga aslinya.
Hal ini menyebabkan ketidakpuasan di kalangan penonton yang telah menantikan adaptasi ini.
Harapan Baru Melalui Adaptasi Live-Action
Di tengah kritik terhadap adaptasi animasinya, sebuah pengumuman mengejutkan datang dari akun resmi "Wandance" mengenai rencana adaptasi live-action.
>>> Pencuri LEGO Divonis 45 Tahun Penjara Setelah Curi 200 Set
Adaptasi live-action ini akan berbentuk film, meskipun detail lebih lanjut mengenai produksi dan jadwal rilisnya belum diungkapkan. Pembaruan diharapkan akan tersedia pada tahun 2026.
Manga "Wandance" sendiri mengeksplorasi tema keraguan diri, isolasi, dan kecemasan melalui kisah Kaboku Kotani, seorang siswa SMA yang terpesona oleh kebebasan Hikari Wanda saat menari.
Terinspirasi oleh Hikari, Kaboku bergabung dengan klub tari sekolah dan menemukan gairah baru dalam hidupnya.
>>> Jujutsu Kaisen Season 4 Diprediksi Mengecewakan Penggemar Tanpa Gojo
Dengan tema hip-hop, pengembangan karakter, dan romansa, adaptasi live-action berpotensi menarik audiens yang lebih luas, mengikuti kesuksesan adaptasi live-action lainnya.