Kekaisaran Galactic telah menjadi bagian penting dari Star Wars sejak film pertama dirilis pada 1977.
Meski sudah banyak dieksplorasi dalam berbagai film dan serial TV, masih ada sejumlah hal tentang Kekaisaran yang terasa janggal.
>>> 5 Game yang Jadi Jauh Lebih Seru dengan Mod Multiplayer
Berikut lima hal tentang Kekaisaran yang masih membingungkan penggemar.
Darth Vader Menyerah Menggulingkan Palpatine
Salah satu aspek paling aneh adalah Darth Vader yang dengan cepat menyerah untuk merebut kekuasaan dari Kaisar Palpatine.
Aturan Sith of Two seharusnya mendorong seorang murid untuk menggulingkan gurunya.
Dalam Revenge of the Sith, Anakin Skywalker menyatakan keinginan untuk menggulingkan Palpatine, namun setelah menjadi Vader, ia hampir tidak pernah menyebutkannya lagi.
Bahkan saat akhirnya berbalik, itu demi menyelamatkan putranya, bukan untuk merebut takhta.
Kekalahan dari Obi-Wan dan kematian Padmé mungkin mengurangi ambisinya, tetapi tetap aneh bahwa Vader tidak pernah benar-benar berusaha merebut kekuasaan.
Palpatine Hanya Peduli pada Kekaisaran Jika Dirinya Terlibat
Palpatine sangat terobsesi dengan kekuasaan hingga ia merencanakan kehancuran Kekaisaran jika ia mati. Operasi Cinder dirancang untuk menghancurkan Kekaisaran jika Palpatine tewas.
Konsep ini tampak tidak masuk akal, bahkan untuk Palpatine. Apalagi, ia juga memiliki rencana untuk dibangkitkan.
Jika ia berencana kembali, mengapa ia ingin Kekaisaran hancur daripada menunggunya?
Helm Stormtrooper Tidak Pernah Diperbaiki
Stormtrooper terkenal dengan tembakan yang tidak akurat. Salah satu teori populer adalah helm mereka yang bermasalah, seperti yang dikeluhkan Luke Skywalker.
>>> 10 Manga Shonen Hampir Sempurna yang Masih Jarang Diketahui
Namun, Kekaisaran tidak pernah memperbaiki masalah ini.
Kemampuan menembak yang akurat seharusnya menjadi prioritas utama bagi stormtrooper. Sungguh aneh bahwa Kekaisaran tidak segera mengatasi masalah helm ini.
Banyak Hal tentang Death Star yang Tidak Masuk Akal
Death Star adalah senjata ikonik, tetapi banyak aspeknya yang tidak logis.
Biaya pembangunannya sangat besar, dan waktu pembangunan Death Star pertama sekitar 20 tahun, sementara yang kedua hanya beberapa tahun.
Galen Erso berhasil menyisipkan kelemahan pada Death Star, padahal Kekaisaran tahu ia enggan bekerja sama.
Selain itu, membangun Death Star kedua setelah yang pertama hancur juga tampak tidak masuk akal.
Kekaisaran Hampir Tidak Punya Rencana Kontinjensi
Selain Operasi Cinder, Kekaisaran tampak tidak memiliki rencana cadangan.
Karakter seperti Thrawn dan Moff Gideon setia pada Kekaisaran, bukan pada Palpatine, namun tidak ada rencana yang jelas jika Palpatine tewas.
>>> 6 Desain Pokémon Baru Resmi Dirilis untuk Rayakan 30 Tahun
Film dan serial setelah Return of the Jedi menunjukkan bahwa sisa-sisa Kekaisaran masih ada, tetapi tidak jelas bagaimana mereka bertahan tanpa rencana yang matang.