Marvel Cinematic Universe (MCU) menghadapi banyak tantangan sejak Avengers: Endgame. Banyak luka yang muncul, seringkali akibat kesalahan sendiri.
Meskipun reputasi Marvel dalam merencanakan Infinity Saga sering dilebih-lebihkan, kurangnya rencana pasca-Phase 3 dan produksi konten yang terlalu cepat merusak kualitas MCU.
>>> 5 RPG Paling Dinanti yang Akan Rilis di Sisa Tahun 2026
Bahkan Disney kini mengakui merek tersebut menjadi 'diluted'.
7. Kambing Menjerit di Thor: Love & Thunder
Thor: Love and Thunder memperkenalkan kambing penjerit Toothgnasher dan Toothgrinder.
Sutradara Taika Waititi terlalu banyak menggunakan humor, dan lelucon berulang tentang kambing ini hampir tidak ada yang menganggapnya lucu.
Kambing tersebut menjadi simbol ketidakseimbangan nada film, di mana lelucon yang tidak tepat merusak setiap upaya drama. Pelajaran penting di sini adalah pentingnya keseimbangan antara humor dan drama.
6. Pengungkapan Ralph Bohner di WandaVision
WandaVision memperkenalkan Evan Peters sebagai Quicksilver 'recast', mengejutkan penggemar yang mengenalnya dari film X-Men Fox.
Namun, twist tersebut terungkap bahwa Peters memerankan pria biasa bernama Ralph Bohner yang dicuci otak oleh Agatha Harkness.
Pengungkapan ini menjadi antiklimaks dan kontroversial. Marvel meremehkan minat penonton terhadap misteri WandaVision, sehingga dampaknya terasa lebih besar.
Pelajarannya: jika membangun sesuatu, berikan resolusi yang memuaskan.
5. Perubahan Karakter Scarlet Witch yang Mendadak
Scarlet Witch kembali di Doctor Strange and the Multiverse of Madness, tetapi karakternya mengalami kemunduran.
>>> Serial Fiksi Ilmiah Kultus Ini Akan Segera Hapus dari Netflix
WandaVision berfokus pada proses penyembuhan Wanda, namun di film ini ia langsung menjadi jahat karena pengaruh Darkhold.
Perubahan ini terasa kikuk dan menghilangkan agensi karakter. Marvel seharusnya lebih berhati-hati dalam menjaga konsistensi narasi Wanda Maximoff.
4. Momen Terburuk M.O.D.O.K. di Quantumania
M. O.
D. O.
K. di Ant-Man & the Wasp: Quantumania menjadi salah satu momen paling membingungkan.
Dihajar Cassie Lang, penjahat itu disuruh berhenti menjadi brengsek, lalu berbalik melawan Kang dengan teriakan 'aku bukan brengsek'.
Adegan ini menunjukkan ketidakseimbangan nada yang parah, terutama karena Quantumania seharusnya menjadi film penting dalam Multiverse Saga. MCU harus menghindari merusak penjahat seperti ini lagi.
3. Kang Dikalahkan oleh Semut di Quantumania
Kang the Conqueror, yang digadang-gadang sebagai Thanos berikutnya, dikalahkan oleh pasukan semut. Ironisnya, Kang sendiri mencatat bahwa Scott Lang bukanlah Thor atau Captain Marvel.
Kekalahan ini sangat kontras dengan momen epik di Avengers: Endgame. Marvel gagal membangun Kang sebagai ancaman yang kredibel.
>>> Chainsaw Man Kembali dengan Opening Anime Baru untuk Game Mobile
Momen-momen ini menjadi pelajaran berharga bagi Marvel untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas dan konsistensi cerita ke depannya.