⌂ Beranda › News › Fakta Kelam di Balik Frasa Ikonik 'To Me, My X-Men'
News

Fakta Kelam di Balik Frasa Ikonik 'To Me, My X-Men'

Professor X mengucapkan To me my X-Men
Professor X mengucapkan To me my X-Men
A A Ukuran Teks16px

Frasa 'To me, my X-Men' telah menjadi panggilan khas bagi para mutant Marvel. Selama bertahun-tahun, kalimat ini diucapkan Professor X untuk mengumpulkan murid-muridnya berperang.

Namun, di balik kesan akrab dan kekeluargaan, tersimpan makna kelam yang mulai terungkap 30 tahun lalu. Peristiwa 'Onslaught' pada 1996 mengubah arti frasa tersebut menjadi sesuatu yang menyeramkan.

Onslaught Mengubah Makna Panggilan

Dalam Onslaught: X-Men #1, Professor X memanggil timnya dengan frasa itu, tetapi nadanya berubah.

Ia tidak lagi menjadi mentor yang baik hati, melainkan sosok yang menganggap para X-Men sebagai propertinya.

Xavier ingin mereka bergabung dalam misinya menghancurkan umat manusia dan membiarkan mutant bangkit. Adegan itu sukses membuat pembaca merinding.

Dua bulan sebelumnya, dalam X-Men (Vol. 2) #53, pembaca diingatkan tentang cinta terlarang Xavier pada Jean Grey yang masih remaja.

Kombinasi ini membuat panggilan 'To me, my X-Men' terasa mengerikan.

Sejak Onslaught, Professor X terbukti memiliki banyak dosa tersembunyi. Ia dianggap menggunakan timnya sebagai alat untuk mewujudkan mimpinya sendiri, bukan sebagai keluarga.

Frasa yang dulu terasa hangat kini berubah menjadi simbol manipulasi. X-Men hanyalah pasukan serang mutant yang dikumpulkan untuk misi pribadi Charles Xavier.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru