⌂ Beranda News Fakta Kelam di Balik Frasa Ikonik 'To Me, My X-Men'

Fakta Kelam di Balik Frasa Ikonik 'To Me, My X-Men'

Fakta Kelam di Balik Frasa Ikonik 'To Me, My X-Men'
Professor X mengucapkan To me my X-Men
A A Ukuran Teks16px

Frasa 'To me, my X-Men' telah menjadi panggilan khas bagi para mutant Marvel. Selama bertahun-tahun, kalimat ini diucapkan Professor X untuk mengumpulkan murid-muridnya berperang.

Namun, di balik kesan akrab dan kekeluargaan, tersimpan makna kelam yang mulai terungkap 30 tahun lalu. Peristiwa 'Onslaught' pada 1996 mengubah arti frasa tersebut menjadi sesuatu yang menyeramkan.

>>> Harga GTA 6 Akan Terungkap Pekan Ini Setelah Bertahun-Tahun Spekulasi

Onslaught Mengubah Makna Panggilan

Dalam Onslaught: X-Men #1, Professor X memanggil timnya dengan frasa itu, tetapi nadanya berubah.

Ia tidak lagi menjadi mentor yang baik hati, melainkan sosok yang menganggap para X-Men sebagai propertinya.

Xavier ingin mereka bergabung dalam misinya menghancurkan umat manusia dan membiarkan mutant bangkit. Adegan itu sukses membuat pembaca merinding.

>>> Crunchyroll Umumkan Jadwal English Dub Anime Summer 2026 untuk Juli

Dua bulan sebelumnya, dalam X-Men (Vol. 2) #53, pembaca diingatkan tentang cinta terlarang Xavier pada Jean Grey yang masih remaja.

Kombinasi ini membuat panggilan 'To me, my X-Men' terasa mengerikan.

Sejak Onslaught, Professor X terbukti memiliki banyak dosa tersembunyi. Ia dianggap menggunakan timnya sebagai alat untuk mewujudkan mimpinya sendiri, bukan sebagai keluarga.

>>> Bleach Umumkan Tanggal Rilis Season Final dengan Tampilan Baru Thousand-Year Blood War

Frasa yang dulu terasa hangat kini berubah menjadi simbol manipulasi. X-Men hanyalah pasukan serang mutant yang dikumpulkan untuk misi pribadi Charles Xavier.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru