Sejak perilisan A Dance with Dragons pada Juli 2011, penggemar seri A Song of Ice and Fire telah menanti buku keenam, The Winds of Winter, selama hampir 16 tahun.
Buku ini direncanakan sebagai volume kedua terakhir dalam saga utama Westeros.
>>> Netflix Resmi Hidupkan Kembali Waralaba Komedi Grown Ups dengan Sekuel Ketiga
Meskipun George R. R.
Martin telah merilis beberapa novela, novel grafis, dan buku pendamping, buku keenam tersebut masih belum juga rampung.
Beberapa bab The Winds of Winter sebenarnya sudah selesai saat A Dance with Dragons diterbitkan, namun sebagian besar masih harus ditulis.
Penantian panjang ini semakin terasa karena The Winds of Winter bukanlah buku terakhir. Masih ada A Dream of Spring yang direncanakan sebagai penutup seri.
Artinya, meskipun buku ini terbit, cerita belum akan berakhir.
Antusiasme dan Frustrasi Penggemar
Dalam waktu yang dibutuhkan Martin untuk menulis The Winds of Winter, seluruh serial televisi Game of Thrones telah tayang dan berakhir.
Acara tersebut sempat menjadi salah satu tayangan paling populer sebelum menuai kekecewaan akibat final kontroversialnya.
Buku ini dianggap sebagai kesempatan untuk memperbaiki akhir cerita yang mengecewakan tersebut. Namun, hal itu tidak akan terwujud sampai Martin benar-benar merilis buku berikutnya.
Jeda waktu antar buku utama semakin membengkak.
Dari dua tahun antara A Game of Thrones dan A Clash of Kings, menjadi lima tahun untuk A Feast for Crows, enam tahun untuk A Dance with Dragons, dan kini hampir 16 tahun untuk The Winds of Winter.
Penyebab Keterlambatan
Sejak A Dance with Dragons, Martin telah menyelesaikan tiga novela: The Princess and the Queen, The Rogue Prince, dan The Sons of the Dragon.
Ia juga menulis The World of Ice & Fire dan Fire & Blood, serta sedang mengerjakan sekuel Fire & Blood, Blood & Fire.
>>> The Amazing Spider-Man #194: Debut Klasik Black Cat di Marvel Universe
