Berkali-kali dalam sejarah X-Men, jika mereka bersikap proaktif alih-alih reaktif, banyak nyawa bisa terselamatkan. Mereka kadang bertindak proaktif, tetapi kemudian berhenti, yang justru menimbulkan lebih banyak masalah.
>>> Toy Story 5 Lanjutkan Lelucon Star Wars dengan Easter Egg Baru
5. Buruk dalam Membangun Bangsa
Era Krakoa selama lima tahun menyoroti salah satu masalah terbesar X-Men: mereka buruk dalam membangun bangsa. Sebelum Krakoa, mereka juga mencoba Utopia, tetapi gagal karena alasan serupa.
Setiap kali X-Men mendapatkan tempat tinggal yang bisa mereka kendalikan, mereka mulai bersikap arogan terhadap pihak lain.
Krakoa sangat buruk karena mereka memamerkan kekuasaan dan memilih pemimpin terburuk yang mungkin ada.
6. Persepsi Publik
Mutan adalah isu sensitif di Marvel Universe. Masyarakat takut pada mereka dan menganggap keberadaan mutan sebagai ancaman.
Warga sipil Marvel adalah salah satu yang paling penuh kebencian dan mudah tertipu.
Sentimen anti-mutan telah ditanamkan begitu lama sehingga publik melihat X-Men sebagai ancaman, tidak peduli berapa kali mereka menyelamatkan dunia.
Ketidakpercayaan ini selalu dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin menumpahkan darah.
7. Pertikaian Internal
Semua tim superhero bertengkar, tetapi X-Men sepertinya memiliki permusuhan berdarah terus-menerus.
Persaingan Wolverine dan Cyclops adalah yang teratas, tetapi ada juga bentrokan antara Gambit dengan hampir semua orang, Emma Frost dengan Jean Grey, Emma Frost dengan Kitty Pryde, Cable dengan Bishop, dan masih banyak lagi.
Kisah X-Men tahun 2010-an melihat tim terpecah karena rivalitas Logan dan Scott, yang melemahkan kaum mutan. Era Krakoa juga diwarnai pertikaian internal yang mengacaukan segalanya.
>>> Film Zombie Anime Terbesar Akhirnya Tayang Streaming untuk Pertama Kalinya
Musuh paling berbahaya X-Men sering kali adalah X-Men sendiri.