⌂ Beranda News Masalah Tersembunyi di Balik Debut Absolute Batgirl DC yang Dinanti

Masalah Tersembunyi di Balik Debut Absolute Batgirl DC yang Dinanti

Masalah Tersembunyi di Balik Debut Absolute Batgirl DC yang Dinanti
Ilustrasi Absolute Batgirl dari DC Comics
A A Ukuran Teks16px

DC Universe Absolute telah menjadi kesuksesan besar, menawarkan pandangan segar pada pahlawan dan penjahat klasik.

Setelah Absolute Batman, kini giliran Barbara Gordon yang akan hadir sebagai Absolute Batgirl, dijuluki "The Bat", dengan misi balas dendam.

>>> Trailer Chainsaw Man Assassins Arc Beri Petunjuk Kehadiran Darkness Devil

Namun, kemunculan Batgirl yang relatif cepat dalam seri ini justru menyoroti masalah terbesar yang mungkin terlewatkan oleh banyak orang.

Desain Memukau, Namun Khawatirkan Ritme Cerita

Desain Absolute Batgirl, yang digarap oleh Nick Dragotta, sungguh luar biasa. Ia memadukan elemen kostum klasik Barbara Gordon dengan sentuhan kehidupan Absolute-nya.

Warna ungu muda dan kuning dari kostum klasiknya diadaptasi menjadi body armor, sementara tudung (cowl) yang pernah dipakai Batman dan mantel modifikasi milik ayahnya turut melengkapi penampilannya.

Ia bahkan memegang senapan modifikasi milik Alfred.

Meskipun desainnya sangat menarik dan antusiasme untuk melihatnya beraksi tinggi, hal ini justru menimbulkan kekhawatiran.

Batgirl dijadwalkan debut hanya dalam tiga isu mendatang, tepat di tengah alur cerita "Straw Man" yang sudah sangat padat.

>>> DC Hadirkan Tim Pahlawan Wanita Baru di 'Princesses of the DC Universe'

Arc ini telah memperkenalkan Scarecrow, Deathstroke, lima Robin, asal-usul Batman, dan pertemuan pertama dengan Joker.

Belum lagi janji pengungkapan asal-usul Harley Quinn dan pengenalan Clayface dalam isu #22, serta dinamika pertemanan Batman yang berada di garis abu-abu antara pahlawan dan penjahat.

Arc ini terkesan memburu mitos Batman tanpa memberikan ruang untuk setiap elemen bernapas.

Meskipun seri Absolute Batman sangat menghibur dan membuat pembaca terpaku, dedikasinya untuk membuat setiap isu mendebarkan justru berpotensi menjebak cerita.

Pengenalan karakter dan pengungkapan baru yang terus-menerus memang menjaga setiap isu tetap menarik, namun ini juga berisiko menelan alur cerita lain yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Setiap ide atau pengenalan karakter baru seharusnya mendapat porsi yang cukup, setidaknya setengah arc, untuk dicerna. Namun, semua terjadi sekaligus dalam waktu yang sangat singkat.

>>> Famke Janssen Sebut Marvel Salah Tak Libatkan Dirinya di Avengers: Doomsday

Hal ini belum berdampak signifikan pada cerita utama, tetapi seri ini perlu melambatkan tempo agar tidak tersesat dalam pusaran plotnya sendiri.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru