Marvel Comics telah lama mendorong batasan komik superhero.
Sejak era Silver Age, Stan Lee dan Jack Kirby menempatkan pahlawan mereka di dunia yang realistis dengan masalah yang lebih manusiawi.
>>> 5 Karakter Street Fighter Terkuat Sepanjang Masa
Pendekatan ini membuat komik Marvel dianggap lebih dewasa dibandingkan pesaingnya.
Namun, beberapa karakter justru memicu kontroversi besar. Ada yang karena tindakan dalam cerita, ada pula karena reaksi pembaca di dunia nyata.
Berikut tujuh pahlawan Marvel yang paling kontroversial.
7. Sam Wilson sebagai Captain America
Sam Wilson adalah Captain America di MCU dan juga di komik. Sebagian besar penggemar menyambut baik saat ia mengambil alih perisai pada pertengahan 2010-an.
Namun, ada kelompok kecil yang menentangnya karena alasan rasial.
Fox News bahkan marah ketika Sam melawan Sons of the Serpent di perbatasan AS-Meksiko untuk menyelamatkan imigran ilegal.
Bagi mereka, Captain America seharusnya tidak melawan orang yang memiliki keyakinan serupa.
Padahal Sam telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun untuk menyandang gelar itu. Kontroversi ini lebih disebabkan oleh budaya perang budaya daripada isi cerita.
6. Captain Marvel
Captain Marvel juga menjadi sasaran para pengelana perang budaya. Carol Danvers adalah Captain Marvel terbaru, meskipun banyak perempuan sebelumnya telah menyandang gelar itu.
Banyak yang keberatan dengan perempuan yang mengambil alih gelar laki-laki, padahal lebih banyak perempuan yang menjadi Captain Marvel daripada laki-laki.
Kebencian terhadap versi MCU yang diperankan Brie Larson juga memperkuat kontroversi ini.
Seluruh ekosistem pengeluh bermunculan hanya untuk membenci Captain Marvel.
5. Reed Richards
Reed Richards adalah bapak dari First Family Marvel, Fantastic Four. Namun, komik aslinya berasal dari zaman yang sangat berbeda.
Reed digambarkan sebagai pria misoginis yang pernah menampar Sue lebih dari sekali.
Di masa kini, ia kadang digambarkan sebagai ilmuwan pragmatis, kadang sebagai pria keluarga. Kontroversi kecil muncul dari penggemar yang ingin ia didiagnosis autisme.
