DC Comics memiliki banyak karakter ikonik, tetapi tidak semuanya dicintai. Beberapa bahkan menjadi sasaran kebencian yang berlebihan.
Kebencian itu sering muncul dari kesalahpahaman terhadap karakter, alur cerita, atau peran mereka dalam narasi. Namun, beberapa tokoh ini sebenarnya layak mendapat kesempatan kedua.
>>> 5 Karakter Fighting Game yang Bergabung Terlambat dan Langsung Mencuri Perhatian
Batman Who Laughs
Batman Who Laughs adalah penjahat populer yang diperkenalkan dalam dekade terakhir. Banyak yang menganggapnya terlalu sering muncul sebagai antagonis utama.
Namun, karakter ini adalah versi Batman dari Dark Multiverse yang telah di-Joker-kan. Ia memiliki kecerdasan taktis, humor sadis, dan kekuatan yang mengancam multiverse.
Meskipun overexposed, Batman Who Laughs adalah penjahat yang benar-benar menakutkan. Ia menjadi satire atas plot armor Batman dan Joker, serta metafora nihilisme absolut.
Karakter ini juga menjadi pusat dari beberapa alur cerita hebat, termasuk kisah asalnya dan dua event Dark Nights.
Robin (Damian Wayne)
Damian Wayne, Robin keempat, sering dikritik karena sifatnya yang manja, keras kepala, dan terlalu kompeten. Namun, semua itu bisa dijelaskan oleh latar belakangnya.
Dibesarkan oleh Talia al Ghul dan League of Assassins, wajar jika ia memiliki sifat tersebut. Yang menarik adalah melihat Batman membimbingnya untuk tidak selalu mengandalkan kekerasan.
Pelajaran Batman membuahkan hasil. Damian berkembang dengan memutuskan hubungan dari League of Assassins dan berteman dengan Superboy, Bat-Family, serta Teen Titans.
Harley Quinn
Harley Quinn pertama kali muncul di Batman: The Animated Series dan langsung dicintai. Namun, seiring waktu, banyak yang menganggapnya terlalu sering muncul dan tidak pantas menjadi anti-hero.
>>> Film Balas Dendam Baru Bintang Reacher Resmi Dapat Tanggal Rilis
Transisi Harley dari penjahat ke anti-hero sebenarnya masuk akal dan perlu. Melepaskan diri dari kekerasan Joker sangat memuaskan, dan menjadi pahlawan membantunya menjauh dari masa lalu yang kelam.
Harley juga menjadi pusat dari banyak cerita menarik yang mengeksplorasi batas antara pahlawan dan penjahat.