Kurang dari sebulan setelah episode terakhirnya ditayangkan, drama HBO Euphoria mengalami penurunan drastis di chart streaming.
Berdasarkan data FlixPatrol pada 18 Juni 2026, Euphoria turun ke posisi kedua di daftar 10 Acara TV HBO Teratas di dunia.
>>> Asal-usul Karakter Komik dalam Empat Panel dan Delapan Kata
Posisi teratas kini ditempati oleh Rick and Morty berkat episode-episode barunya.
Di Amerika Serikat, Euphoria kehilangan posisi teratas pada 15 Juni dan terus merosot ke peringkat keenam pada 18 Juni.
Musim Ketiga yang Kontroversial
Musim ketiga dan terakhir Euphoria mulai tayang pada April lalu, dengan final pada 31 Mei.
Setelah penantian empat tahun, musim baru ini melompat lima tahun ke depan, mengikuti karakter utama di masa dewasa awal, bukan lagi di sekolah menengah.
Perubahan arah ini gagal menarik banyak penggemar dan kritikus.
Di Rotten Tomatoes, musim ketiga hanya mendapat rating 44% dari kritikus dan 38% dari penonton.
>>> 10 Tahun Lalu, Serial Fantasi Paling Underrated di 2010-an Berakhir Mendadak Tanpa Pengumuman
Sebagai perbandingan, musim pertama mendapat 80% dari kritikus dan 84% dari penonton, sementara musim kedua mendapat 78% dan 80%.
Final yang Mengecewakan
Final seri Euphoria juga tidak diterima baik oleh penggemar.
Episode terakhir menampilkan titik puncak yang tidak bisa dipulihkan, dan bukan akhir yang memuaskan seperti yang diharapkan banyak orang.
HBO mengonfirmasi pada hari yang sama bahwa seri ini telah berakhir dan tidak akan dilanjutkan ke musim keempat.
Showrunner Sam Levinson sebelumnya mengatakan bahwa jika ada inspirasi, ia akan berbicara dengan HBO, namun hingga kini belum ada rencana lanjutan.
>>> Dudukan Pajangan Langka Star Wars Kenner Laku Rp25 Juta, Lebih Mahal dari Figur
Euphoria kini masih dapat ditonton di HBO Max.