Mutant kuat Rogue memainkan peran besar di musim pertama X-Men '97, dan peran itu diperkirakan berlanjut di musim kedua yang sangat dinantikan.
Serial animasi populer ini mengadaptasi beberapa cerita komik hebat di musim pertamanya, dan bersama dengan itu muncullah beberapa kostum X-Men favorit penggemar.
>>> Overhated & Underrated: Jumper, Film Sci-Fi 2000-an yang Gagal Namun Layak Diapresiasi
Bahkan Rogue sempat mengenakan salah satu penampilan klasiknya di serial animasi tersebut, dengan kostum baru yang sudah diisyaratkan untuk musim kedua.
Tentu saja, Rogue tidak pernah kekurangan kostum selama bertahun-tahun.
Dari awal kariernya bersama Brotherhood of Mutants hingga penebusan dengan X-Men dan pertumbuhannya bersama Uncanny Avengers, Rogue selalu berpakaian sesuai acara.
Namun, kekuatan mutantnya yang mampu menyerap jiwa dan kemampuan siapa pun melalui kontak kulit juga mengharuskannya memodifikasi pakaiannya beberapa kali selama bertahun-tahun.
Untungnya, Rogue berhasil tetap unik dan ikonik di tengah perubahan pakaiannya yang sering terjadi.
10. Penampilan Savage Land: Hampir Bukan Kostum, Tetap Ikonik
Lanskap prasejarah yang dikenal sebagai Savage Land adalah lokasi khas Marvel, dan X-Men sering mengunjunginya.
Rogue bahkan menghabiskan waktu lama tinggal di Savage Land, tempat romansanya yang kontroversial dengan Magneto pertama kali berkembang.
Lingkungan Savage Land yang keras tercermin dalam kostumnya di sana—yang sebenarnya hanya sisa-sisa seragam X-Men yang ia kenakan saat tiba.
Selama di sana, ia pada dasarnya mengenakan kain sisa yang dicampur dengan kulit dan perlengkapan dari sekutu di Savage Land.
>>> Setahun Setelah Pengumuman, LEGO Rilis Set KPop Demon Hunters Pertama
Namun, penampilan ini meninggalkan kesan pada penggemar dan kemudian kembali dalam seri mini Rogue: The Savage Land, yang mengeksplorasi kembali waktunya di sana dengan salah satu kostumnya yang paling berumur pendek namun ikonik.
9. Setelan Tambang Shi'ar dengan Medan Kekuatan Pribadi
Saat sebagian besar X-Men menangani peristiwa Operation: Zero Tolerance, beberapa anggota tim terkuat justru terjebak di luar angkasa dalam misi menyelamatkan Shi'ar.