⌂ Beranda News Kisah Don’t Breathe dan Sekuelnya yang Dianggap Merusak Waralaba Horror
News

Kisah Don’t Breathe dan Sekuelnya yang Dianggap Merusak Waralaba Horror

Kisah Don’t Breathe dan Sekuelnya yang Dianggap Merusak Waralaba Horror
Kisah Don’t Breathe dan Sekuelnya yang Dianggap Merusak Waralaba Horror
A A Ukuran Teks16px

Industri perfilman horor sering kali melahirkan karya luar biasa yang berhasil memikat penonton di seluruh dunia.

Beberapa di antaranya mampu menelurkan sekuel berkualitas, sementara yang lain justru mengalami penurunan drastis.

>>> Taylor Sheridan Ubah Format Lioness Setelah Tiga Musim Berjalan

Keunikan Premis Asli Don’t Breathe

Dirilis pada 2016, film Don’t Breathe karya Fede Álvarez berhasil membalikkan ekspektasi penonton terhadap genre invasi rumah.

Tiga karakter muda yang awalnya dikira sebagai protagonis justru masuk ke dalam jebakan mematikan milik seorang pria tua buta.

Karakter bernama Norman Nordstrom yang diperankan Stephen Lang ternyata menyimpan sisi gelap yang mengerikan.

Dengan anggaran sekitar USD 10 juta, film ini sukses meraup pendapatan lebih dari USD 150 juta serta meraih rating 88% di Rotten Tomatoes.

>>> Netflix Kalah dari Crunchyroll dalam Kategori Anime Terbaik Astra TV Awards 2026

Kegagalan Sekuel dalam Mempertahankan Kualitas

Lima tahun berselang, Don’t Breathe 2 dirilis dengan menggeser fokus cerita kepada karakter Norman.

Sekuel ini berusaha mengubah sosok penjahat kejam tersebut menjadi pahlawan yang melindungi anak angkatnya.

Perubahan arah narasi ini membuat elemen ketegangan khas film pertama hilang begitu saja.

>>> 5 Film Horor Modern Ini Diprediksi Menjadi Klasik Kultus di Masa Depan

Fede Álvarez tidak kembali duduk di kursi sutradara untuk film kedua ini dan menyerahkan posisi tersebut kepada Rodo Sayagues.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru