Sejarah panjang mutan Marvel Comics dipenuhi berbagai tragedi kelam yang menguji ketahanan hidup mereka di tengah ancaman kepunahan.
Salah satu titik balik paling tragis bermula dari peristiwa crossover besar bertajuk The Mutant Massacre pada 40 tahun lalu.
>>> Manga Vermeil in Gold Berakhir Setelah Ilustrator Yoko Umezu Wafat
Tragedi di Terowongan Morlock
Penerbitan X-Factor #10 pada 12 Agustus 1986 oleh Louise Simonson dan Walter Simonson memperlihatkan serangan brutal Marauders.
Kelompok tersebut memburu para outcasts mutan di terowongan bawah tanah New York City hingga menewaskan ratusan korban jiwa.
Di tengah kekacauan itu, salah satu anggota pendiri X-Men mengalami nasib buruk yang mengubah jalan hidupnya selamanya.
Transformasi Menjadi Archangel
Angel terjebak di dalam terowongan bersama Marauders dan menjadi sasaran empuk serangan fisik yang sangat merusak.
Karakter Blockbuster mematahkan sayap Angel, sementara Harpoon menggunakan senjata bermuatan energi untuk menyematkannya ke dinding.
>>> Sentuhan Sutradara Spider-Man Bawa Angin Segar untuk Live-Action Naruto
Akibat infeksi gangrene yang parah, para dokter terpaksa harus mengamputasi kedua sayap karakter tersebut.
Situasi semakin memburuk setelah reputasinya hancur dan kekasihnya meninggalkannya secara tiba-tiba.
Di ambang keputusasaan, Angel menjadi korban percobaan pembunuhan lewat ledakan jet pribadi oleh rekan kerjanya sendiri.
Apocalypse datang menyelamatkannya pada detik terakhir dan menawarkan sayap baru dengan imbalan bergabung sebagai Horseman.
>>> Transformers Kenalkan 5 Anggota Autobot Baru untuk Tim Combiner
Pencucian otak tersebut mengubah Angel berkulit biru dan mematikan, menandai babak paling gelap dalam sejarah X-Men.
