Dua tahun setelah My Hero Academia berakhir, Kohei Horikoshi kembali dengan one-shot manga baru di Weekly Shonen Jump.
Karya berjudul Quit Laughing, Shijima ini dirilis pada 10 Agustus 2026 dan langsung menjadi perbincangan hangat.
>>> Serial Sci-Fi Terbaik Sepanjang Sejarah Akan Hengkang dari Netflix
Ini adalah pertama kalinya sejak debut My Hero Academia pada 2014 sang kreator menggarap cerita yang sepenuhnya baru.
Berkat bakat luar biasanya, one-shot bergenre komedi horor ini diterima dengan hangat oleh para penggemar.
Karya tersebut langsung trending di aplikasi Manga Plus, tempat pembaca dapat menikmati karya terbarunya secara gratis. Horikoshi selalu dikenal sebagai salah satu seniman paling dihormati di industri ini.
One-shot ini menampilkan beberapa visual menakjubkan yang menegaskan bahwa seni sang kreator masih sama memukau seperti sebelumnya.
Namun, one-shot ini dinilai belum sepenuhnya mengeksplorasi potensi dunia dan karakter yang dibangun.
Potensi Serialisasi
Untungnya, bukan hal yang aneh bagi Shonen Jump untuk memperpanjang one-shot jika karyanya mendapat sambutan baik.
Biasanya, one-shot dirilis untuk menguji pasar sebelum diputuskan layak dilanjutkan sebagai serialisasi penuh.
Dengan slot yang terbatas di Weekly Shonen Jump, keputusan untuk melanjutkan sangat bergantung pada respons pembaca.
Oleh karena itu, tidak mustahil bagi Horikoshi untuk memperpanjang Quit Laughing, Shijima atau bahkan kembali dengan seri baru.
>>> 10 Detektif Anime Terhebat yang Lebih Cerdas dari Sherlock Holmes
Sinopsis Quit Laughing, Shijima
Kisahnya dibungkus dalam 60 halaman, tetapi memiliki lebih dari cukup potensi untuk menjadi serialisasi lengkap. One-shot ini memperkenalkan dunia yang sangat berbeda dari My Hero Academia.
Cerita berlatar di sebuah kota pesisir kecil, tempat Azumi, seorang anak laki-laki yang baru pindah ke sekolah di kota itu, bertemu dengan seorang gadis aneh bernama Shijima.
Tawanya menular dan selalu menjadi pusat perhatian.
Namun, di balik perhatian yang ia terima, ada sesuatu yang berbahaya mengintai di laut sekitar kota. Hanya Azumi yang bisa menyaksikan kejadian aneh tersebut.
Ia segera mengetahui bahwa gadis itu adalah korban persembahan terbaru dari penduduk kota.
Kota ini memiliki sejarah panjang dalam mengorbankan warganya untuk menenangkan dewa laut yang lebih tua.
Tidak rela membiarkan tragedi itu terjadi, Azumi memutuskan untuk menyelamatkan gadis itu dengan segala cara.
Kisah ini memperkenalkan konsep yang menjanjikan, di mana protagonis adalah satu-satunya yang memiliki kemampuan khusus, berbeda dengan MHA yang justru Deku menonjol karena tidak memiliki quirk.
Ceritanya juga tampak jauh lebih gelap dan sarat tema berat.
>>> Perbandingan Spider-Man: Brand New Day dengan Film Lain di Multiverse Saga MCU
Desain karakter yang mengerikan menunjukkan bakat Horikoshi dalam menggambar detail yang cocok untuk genre horor. Dengan respons positif yang ada, harapan untuk kelanjutan cerita ini pun semakin besar.