Hollywood kerap menghidupkan kembali properti klasik dari era '70-an, '80-an, dan '90-an menjadi film modern. Beberapa berhasil, seperti Transformers, namun banyak juga yang meleset, termasuk G.
I. Joe: The Rise of Cobra.
>>> Dari Knull hingga Toxin: 5 Symbiote Rakus yang Melampaui Venom
Film yang dirilis pada tahun 2009 ini mencoba mengulang kesuksesan Transformers yang laris manis dua tahun sebelumnya. Namun, G.
I. Joe: The Rise of Cobra tidak sesukses yang diharapkan.
Upaya Gagal Membawa G.I. Joe ke Era Modern
Dengan anggaran $175 juta, G. I.
Joe: The Rise of Cobra hanya menghasilkan sekitar $300 juta di seluruh dunia, menjadikannya sebuah kegagalan komersial.
Film ini juga menerima ulasan yang buruk, dengan skor 33% di Rotten Tomatoes.
Padahal, film ini didukung oleh jajaran aktor berbakat seperti Channing Tatum, Marlon Wayans, Sienna Miller, Joseph Gordon-Levitt, dan Adewale Akinnuoye-Agbaje, serta sutradara Stephen Sommers yang dikenal dengan film The Mummy.
Basis penggemar yang sudah ada seharusnya menjadi jaminan kesuksesan, namun hal tersebut tidak terwujud.
Ulasan Pedas Roger Ebert yang Menjadi Ikonik
Di antara banyak ulasan negatif, komentar dari kritikus legendaris Roger Ebert menjadi yang paling menonjol dan bahkan lebih terkenal daripada film itu sendiri.
Ebert mengkritik keras plot yang membingungkan, rencana penjahat yang lemah, dan fokus berlebihan pada efek visual komputer yang tidak jelas.
>>> Star Wars: Visions - The Ninth Jedi Dominasi Disney+, Buktikan Potensi Anime
Ia menyoroti bagaimana setiap karakter terasa seperti karikatur stereotip dan kurangnya kejelasan dalam alur cerita.
Salah satu kutipannya yang paling diingat adalah tentang markas Cobra yang terkubur di dalam es Arktik, di mana ia menyindir logika fisika yang ditampilkan dalam film.
Ulasan Ebert yang tajam dan penuh sarkasme memberikan penilaian satu setengah bintang, menjadikannya sebuah 'roast' yang ikonik bagi film tersebut.
Upaya Live-Action G.I. Joe yang Terus Meleset
Meskipun lini mainan G. I.
Joe dari era '80-an sangat populer, upaya membawa franchise ini ke layar lebar dalam format live-action belum pernah berhasil.
Setelah kegagalan The Rise of Cobra, sekuel G. I.
Joe: Retaliation dirilis pada 2013 dengan bintang besar seperti Bruce Willis dan Dwayne Johnson. Film ini memang sedikit melampaui pendahulunya dalam pendapatan, namun tetap mendapat tinjauan buruk.
Franchise ini sempat dorman sebelum Snake Eyes dirilis pada 2021 sebagai cerita asal karakter tituler.
Namun, film ini hanya menghasilkan $40 juta dari anggaran $110 juta dan kembali menuai kritik.
>>> Netflix Umumkan Pemain Serial Hoki 'The Sticks', Ada Bintang Mission: Impossible
Meskipun demikian, Paramount dilaporkan masih memiliki rencana untuk mengembangkan franchise ini lebih lanjut, dengan proyek baru yang sedang digarap bersama Danny McBride.