Dua puluh lima tahun lalu, tepatnya pada 10 Agustus 2001, Warner Bros. merilis sebuah film animasi hybrid yang ambisius berjudul Osmosis Jones.
Film ini menggabungkan segmen live-action dengan animasi, namun sayangnya gagal menarik perhatian penonton di bioskop.
>>> Game Moomin: Midsummer Madness Hadir di Switch Musim Gugur Ini
Osmosis Jones bercerita tentang dunia mikroskopis di dalam tubuh seorang penjaga kebun binatang bernama Frank DeTorre (diperankan Bill Murray).
Di dalam tubuh Frank, sel darah putih bernama Osmosis Jones (disuarakan Chris Rock) bekerja sama dengan pil dingin bernama Drix (disuarakan David Hyde Pierce) untuk menghentikan virus mematikan.
Film ini disutradarai oleh Peter dan Bobby Farrelly untuk segmen live-action, sementara Piet Kroon dan Tom Sito mengarahkan bagian animasinya.
Dengan anggaran produksi mencapai $70 juta, Warner Bros.
berharap format hybrid dan jajaran bintang pendukung seperti Brandy Norwood, William Shatner, dan Molly Shannon dapat menarik keluarga ke bioskop.
Kegagalan Komersial dan Kampanye Pemasaran yang Keliru
Namun, harapan tersebut pupus.
Osmosis Jones hanya mampu mengumpulkan lebih dari $5 juta di pekan pembukaannya dan berakhir dengan total pendapatan domestik $13,5 juta.
Jika ditambah pendapatan internasional, totalnya hanya mencapai $14 juta, menjadikannya salah satu kerugian terbesar dalam sejarah animasi teater Warner Bros.
Salah satu faktor kegagalan film ini adalah kampanye pemasaran yang keliru. Warner Bros.
>>> Senjata Bareta di Free Fire: Senjata Sniper yang Mampu Tembus Gloo Wall
terlalu mengandalkan keterlibatan Farrelly bersaudara, padahal film mereka sebelumnya, Say It Isn’t So, juga gagal di pasaran beberapa bulan sebelumnya.
Hal ini justru membuat penonton yang mencari film keluarga menjauh.
Selain itu, perubahan rating dari PG-13 menjadi PG setelah pemotongan adegan humor kasar juga tidak sepenuhnya meyakinkan para orang tua.
Penghargaan dan Kehidupan Baru di Televisi
Meskipun gagal di bioskop, Osmosis Jones perlahan menemukan audiensnya dan menjadi film kultus.
Penonton di rumah mulai menghargai visualisasi tubuh manusia yang literal dan humornya yang dianggap penting untuk cerita.
Konsep Osmosis Jones kemudian diadaptasi menjadi serial televisi berjudul Ozzy & Drix, yang tayang di Kids’ WB pada 14 September 2002.
Serial ini menghilangkan segmen live-action dan memindahkan petualangan Osmosis Jones serta Drix ke dalam tubuh seorang remaja bernama Hector Cruz.
Serial ini berhasil berjalan selama dua musim dengan total dua puluh enam episode sebelum berakhir pada Juli 2004.
>>> PP Couple Gelap Aesthetic: Pilihan Foto Profil Misterius dan Romantis
Ozzy & Drix dikenang sebagai salah satu serial animasi terbaik di era 2000-an.
