Serial adaptasi video game God of War yang sedang digarap Prime Video menghadapi kendala setelah aktor pemeran Kratos, Ryan Hurst, mengalami cedera di lokasi syuting.
Karena Hurst membutuhkan waktu pemulihan yang panjang, keputusan diambil untuk mencari aktor pengganti. Namun, banyak penggemar menilai keputusan ini keliru.
>>> Hugh Jackman Curi Perhatian di Sitkom Dewasa Netflix dengan Rating 90%
Cedera dan Keputusan Penggantian Aktor
Awalnya, Ryan Hurst didapuk memerankan Kratos dalam adaptasi live-action.
Aktor yang sebelumnya mengisi suara Thor di game God of War Ragnarök ini sempat muncul dalam foto perdana setelah syuting dimulai.
Namun, pada bulan Juni, Hurst mengalami cedera robek bisep saat melakukan adegan stunt.
Demi kelancaran produksi, produser memutuskan untuk mengganti aktor Kratos dan melakukan syuting ulang materi yang sudah diambil.
Hurst secara tidak langsung merespons situasi ini dengan mengunggah foto terbarunya sebagai Kratos di media sosial.
Foto yang dibagikan di Instagram Stories tersebut menampilkan Hurst memamerkan fisiknya setelah dikabarkan menambah berat badan sekitar 18 kilogram otot untuk peran tersebut.
Ia juga tampil dengan janggut khas Kratos, kepala plontos, dan tato yang membuatnya sangat mirip dengan protagonis ikonik God of War.
Gambar ini dengan cepat menjadi viral, memicu reaksi penggemar yang menyayangkan penggantian tersebut. Banyak yang menganggap Hurst adalah pilihan yang sempurna untuk peran Kratos.
Seorang pengguna X mengungkapkan kekecewaannya, "Amazon membuat kesalahan terbesar dengan tidak menunggunya pulih atau sekadar bertanya apakah dia masih bisa melakukannya.
Tidak ada yang bisa menjadi Kratos lebih baik dari Ryan Hurst."
>>> Pokemon TCG Pocket Kehilangan Pemain, Penggemar Setia Punya Solusi
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh pengguna lain yang menyatakan, "Sangat marah pada Amazon, saya tidak akan menonton acara ini siapa pun yang mereka datangkan.
#CancelGodofWar".
Ada pula yang berkomentar, "Ini adalah penampilan Kratos yang sesungguhnya. Penggantiannya adalah kekalahan terbesar."