Serial antologi Star Wars: Visions kembali dengan episode baru berjudul "The Ninth Jedi" yang memperkenalkan lightsaber dengan kemampuan unik.
Lightsaber ini melanggar tiga aturan penting yang ditetapkan di era George Lucas, meskipun cerita ini tidak termasuk dalam kanon resmi Star Wars.
>>> Uli Latukefu Gantikan Dwayne Johnson sebagai Ganondorf di Film Zelda
Episode "The Ninth Jedi" berlatar masa depan setelah era Jedi dan Sith, mengeksplorasi tema-tema klasik Star Wars dengan sentuhan baru.
Cerita ini menampilkan karakter-karakter yang mengingatkan pada "Chosen One", putri bangsawan, dan senjata super yang lebih berbahaya dari Death Star.
Perubahan Warna Lightsaber Berdasarkan Emosi
Dalam "The Ninth Jedi", lightsaber yang diciptakan oleh ahli pembuat pedang cahaya, Lah Zhima, memiliki kemampuan untuk berubah warna.
Awalnya, para Jedi pemula percaya warna tersebut menunjukkan orientasi mereka dalam Force, dengan warna biru, hijau, dan kuning untuk Jedi, serta merah untuk Sith.
Namun, cerita ini mengungkap bahwa warna lightsaber tidak mencerminkan orientasi, melainkan emosi penggunanya.
Kristal kyber di dalam pedang terikat pada perasaan penggunanya; warna merah muncul saat marah, benci, atau takut. Para Jedi yang menguasai emosi mereka cenderung tidak menggunakan bilah merah.
Meskipun penonton modern terbiasa dengan berbagai warna lightsaber, era Lucas awalnya lebih konservatif. Perubahan dimulai ketika Samuel L.
Jackson meminta lightsaber ungu. Sejak itu, variasi warna terus bertambah, termasuk warna oranye yang diperkenalkan pada Ahsoka Tano.
>>> 8 Board Game Terbaik Adaptasi Video Game, Dari Pokémon Hingga Mass Effect
"The Ninth Jedi" menambahkan warna baru, yaitu perak. Warna ini muncul sebagai hasil dari pendekatan baru Lah Zhima, di mana kristal terikat secara emosional.
Warna perak melambangkan kehampaan, pertama kali terlihat saat Lah Zhima membunuh tuannya. Musuh utama, Nawaam, terobsesi menciptakan lightsaber perak, memandang mati rasa emosional sebagai pencerahan tertinggi.
Kembalinya Bentuk Lightsaber Terlarang
Selain itu, "The Ninth Jedi" menghidupkan kembali bentuk lightsaber yang sebelumnya dilarang.
Teknik Trakata, yang pernah ada di Expanded Universe dan muncul di kanon melalui "The Acolyte", melibatkan praktisi yang menyalakan dan mematikan lightsaber saat bertarung untuk mengelabui lawan.
Biasanya, Trakata digunakan untuk kemenangan cepat dan mematikan. Praktisi berpura-pura menyerang, membuat lawan bereaksi berlebihan, lalu menyerang saat pedang diaktifkan kembali.
Namun, dalam "The Ninth Jedi", Trakata digunakan sebagai puncak pertarungan Jedi.
Seorang master sejati dapat menggunakan Trakata untuk menguasai lawan. Alih-alih memberikan pukulan mematikan, mereka menonaktifkan pedang sesaat sebelum mengenai target, lalu mengaktifkannya kembali.
>>> Marvel Tokon: Fighting Souls Rilis Update Hari Pertama, Perbaiki Performa PC
Lawan menyadari sepenuhnya bahwa mereka telah dikalahkan karena tidak dapat bertahan dari serangkaian serangan.
