Nolan bisa bermain dengan alur waktu, menyembunyikan informasi, dan mengungkapnya pada saat yang tepat.
Adaptasi ini akan memadukan thriller investigasi dengan horor psikologis yang dibangun dari paranoia dan krisis eksistensial.
A Short Stay in Hell
A Short Stay in Hell karya Steven L. Peck mengandalkan satu ide brilian.
Premisnya tentang seorang pria yang mati dan terbangun di perpustakaan tak terbatas, dan ia hanya bisa keluar jika menemukan buku berisi kisah hidupnya.
Konsep ini terdengar sederhana, tetapi eksekusinya menghasilkan salah satu ide paling meresahkan dalam literatur modern. Nolan selalu tertarik mengeksplorasi konsep sebelum karakter, dan cerita ini sangat cocok.
Horor di sini berasal dari skala tempat yang luar biasa dan kesadaran bahwa kekekalan pun mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan tugas.
Nolan bisa membawanya ke layar lebar dengan tema waktu, ketidakterbatasan, dan persepsi realitas yang sering ia angkat.
House of Leaves
House of Leaves karya Mark Z. Danielewski sering dianggap mustahil difilmkan.
Namun, justru itulah mengapa Nolan adalah kandidat yang tepat.
Ceritanya berkisar pada rumah yang bagian dalamnya lebih luas daripada bagian luar, dengan lorong-lorong mustahil yang muncul saat para narator mencoba memahami tempat yang menentang logika.
Buku ini sangat bergantung pada pengalaman fisik membaca, dengan tata letak yang berubah, catatan kaki berlapis, banyak narator, dan struktur yang menjadi bagian dari cerita.
>>> Cuplikan Lanterns di Comic-Con Justru Membuat Saya Lebih Antusias dengan Kisah Green Lantern di Bumi
Nolan dapat menghadirkan visi kreatifnya untuk mengadaptasi karya kompleks ini.