Disney tampaknya sedang mengakhiri salah satu era paling kontroversial dalam pengembangan waralaba Marvel dan Star Wars.
Fokus utama perusahaan bergeser kembali ke produksi film layar lebar setelah sebelumnya gencar berekspansi melalui platform streaming Disney+.
>>> 5 Karakter DC yang Layak Mendapat Game Solo Sendiri
Keputusan ini terlihat jelas dari pembatalan mendadak serial 'Wonder Man' dari Marvel Studios, yang sebelumnya telah diperbarui.
Langkah ini menandai akhir dari strategi Disney yang agresif dalam memproduksi serial TV live-action Marvel dan Star Wars untuk Disney+ selama beberapa tahun terakhir.
Pergeseran Strategi Disney
Dengan pembatalan 'Wonder Man', tidak ada lagi serial live-action Marvel atau Star Wars mendatang yang belum diproduksi.
Serial yang tersisa seperti 'VisionQuest' dan musim kedua 'Ahsoka' serta 'Daredevil: Born Again' dijadwalkan tayang pada 2027.
Marvel sendiri lebih banyak menyoroti pengumuman film baru dalam panelnya, seperti kemunculan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider dan David Jonsson sebagai Black Panther baru.
Lucasfilm juga fokus pada film 'Star Wars: Starfighter' dan proyek film lainnya dalam acara Star Wars Celebration Japan 2025, tanpa menyebutkan serial live-action baru.
Disney sendiri telah mengakui bahwa model bisnis streaming tidak lagi berkelanjutan. Peningkatan anggaran produksi dan stagnasi jumlah pelanggan mendorong perusahaan untuk kembali memprioritaskan perilisan film di bioskop.
>>> Bungo Stray Dogs: Proyek Game Mobile Ditutup, Nasib Musim ke-6 Masih Abu-abu
Dampak pada Merek Marvel dan Star Wars
Meskipun beberapa serial seperti 'The Mandalorian', 'WandaVision', 'Loki', dan 'Andor' meraih kesuksesan dan pujian kritis, era streaming ini dikhawatirkan berdampak negatif pada merek Marvel dan Star Wars secara keseluruhan.
Disney dinilai terlalu membanjiri pasar dengan konten serial, menyebabkan kejenuhan dan kelelahan pada penonton.
Kevin Feige sendiri mengakui bahwa mengikuti narasi MCU yang saling terhubung menjadi terlalu rumit bagi sebagian penonton.
Hal ini berujung pada penurunan performa box office film-film Marvel, seperti 'The Marvels' yang hanya meraup $206,1 juta secara global.
Keterkaitan serial dengan film yang awalnya terdengar menarik, ternyata justru membuat penonton enggan mengikuti alur cerita yang kompleks.
Setelah saga Infinity berakhir dengan 'Avengers: Endgame', penonton merasa lebih mudah untuk tidak mengikuti perkembangan Marvel.
>>> Kisah Mengerikan Fantastic Four Versi Horor Marvel Terungkap
Tanpa benang merah yang kuat, sulit bagi penonton untuk membedakan konten yang penting dari yang tidak.
