Pengumuman Final Fantasy VII Revelation, babak penutup dari trilogi remake, telah memicu ekspektasi tinggi.
Detail awal mengindikasikan ambisi besar, termasuk dunia terbuka yang mencakup seluruh planet dan kebebasan terbang menggunakan Highwind sejak awal permainan.
>>> Fortnite Hadirkan Kembali Web Shooter Spider-Man dan Event Spesial
Konsep ini terdengar seperti realisasi peta dunia dari game orisinal yang diimpikan para penggemar. Namun, skala besar ini juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Dunia Lebih Luas, Potensi Gangguan Cerita
Berbeda dengan Final Fantasy VII Rebirth yang memiliki benua terpisah, Revelation akan menyajikan planet yang saling terhubung.
Kemampuan menjelajahi dunia secara bebas menggunakan Highwind menjanjikan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya.
Namun, industri game telah berulang kali menunjukkan bahwa pemain lebih menghargai kualitas daripada sekadar ukuran.
Peta yang masif dapat mengorbankan ritme permainan jika dipenuhi objektif repetitif alih-alih penemuan yang berkesan.
Kekhawatiran ini muncul karena pendahulunya, Final Fantasy VII Rebirth, sudah berada di garis tipis antara eksplorasi yang memuaskan dan membanjiri pemain dengan konten opsional.
Kritik Rebirth Menjadi Pelajaran Penting
Final Fantasy VII Rebirth mendapat pujian luas untuk sistem pertarungan, karakter, musik, dan penggambaran lokasi ikonik. Akan tetapi, kritik berulang muncul terkait banyaknya aktivitas dunia terbuka.
Ikon peta bergaya Ubisoft, objektif intelijen dunia yang berulang, dan daftar penyelesaian yang panjang menjadi poin masalah bagi sebagian pemain, bahkan bagi mereka yang menyukai game ini secara keseluruhan.
>>> The Promised Neverland Kembali dengan Tampilan Baru Jelang Kebangkitan Musim Panas
Meskipun aktivitas sampingan seperti eksplorasi Chocobo atau misi Protorelic tidak buruk, frekuensinya sering kali mengganggu alur cerita utama.
Hal ini dapat membuat momen-momen penting terasa terputus.
Final Fantasy selalu diingat pertama kali karena narasi, karakter, dan momen emosionalnya. Apa pun yang memperlambat momentum tersebut perlu dipertimbangkan dengan cermat.
Direktur Naoki Hamaguchi telah menanggapi kekhawatiran tentang kepadatan dunia, menyatakan bahwa setiap benua dirancang dengan sistem gameplay dan aktivitas unik.
Tujuannya bukan hanya menciptakan peta yang lebih besar, tetapi yang penuh konten.
Meskipun demikian, Square Enix disarankan untuk tidak menjadikan ukuran sebagai daya tarik utama.
Kesuksesan trilogi remake ini terletak pada penceritaan, pengembangan karakter, dan kemampuannya memperluas adegan yang dicintai sambil menghormati game orisinal.
Dunia yang membentang di seluruh planet terdengar luar biasa, namun jika Final Fantasy VII Revelation ingin memberikan akhir yang tak terlupakan, dunia tersebut harus memperkuat cerita, bukan mengganggunya.
>>> Avatar: Fire & Ash Tinggalkan Sejumlah Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab
Momen-momen interaksi antar karakter seperti Cloud, Aerith, Tifa, Barret, dan Sephiroth-lah yang akan diingat pemain, bukan sekadar luasnya dunia.
