Avengers: Doomsday diprediksi menjadi film paling ambisius dalam sejarah Marvel Studios, menyatukan pahlawan yang selama ini beroperasi di berbagai penjuru multiverse.
Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom dipandang cukup kuat untuk memaksa Sam Wilson (Anthony Mackie), New Avengers, Shuri (Letitia Wright) dan Wakanda, Namor (Tenoch Huerta Mejía) serta Talokan, Fantastic Four, X-Men klasik, Thor (Chris Hemsworth), dan Steve Rogers (Chris Evans) bertarung bersama.
>>> 20 Strip Komik Far Side Paling Membingungkan Sepanjang Masa
Namun, karena banyak karakter belum pernah beradu akting, Marvel Studios berisiko memiliki babak pembuka yang berantakan karena terlalu banyak perkenalan.
Untungnya, salah satu bintang film ini memberikan detail cerita baru yang mengisyaratkan Russo bersaudara menemukan cara mengatasi masalah tersebut.
"Ini sebuah tabrakan," kata Huerta Mejía saat San Diego Comic-Con, merujuk pada Avengers: Doomsday (via DiscussingFilm).
"Film ini tentang tabrakan dan apa yang mereka lakukan dengan itu. Tentu saja, mereka semua menanganinya, tetapi mereka punya tugas spesifik untuk menyelesaikan masalah ini."
"Dalam aksi kalian, interaksi tidak langsung dengan semua karakter, tetapi mereka mengejar tujuan yang sama, yaitu bertahan hidup.
Insting dasar itu. Hanya bertahan hidup.
Indah," lanjutnya.
Komentarnya menegaskan bahwa Doomsday tidak akan memaksa semua pahlawan berada di ruangan yang sama secara bersamaan.
Ensembel justru dipecah menjadi unit-unit kecil, masing-masing diberi tugas spesifik, dengan bertahan hidup sebagai benang merah yang menyatukan cerita.
Bertahan Hidup Menyatukan Ensembel, tetapi Avengers: Doomsday Tetap Hadapi Tantangan Besar
Pernyataan Huerta Mejía memang dijaga ketat, tanpa membocorkan detail plot, tetapi tetap mengungkapkan sesuatu yang bermakna tentang struktur Doomsday.
>>> For All Mankind Season 6 Harus Jawab Pertanyaan Terbesar Serial Ini
Jika interaksi antar karakter tidak langsung untuk semua orang, sebagian besar ensembel bisa bergerak tanpa harus bertemu, mengurangi waktu yang biasanya dihabiskan untuk memperkenalkan pahlawan asing sebelum plot berlanjut.
Selain itu, bertahan hidup yang digambarkan sebagai insting dasar menggantikan sejarah bersama atau persahabatan sebagai perekat emosional film.
