Novel LitRPG populer, Dungeon Crawler Carl, yang ditulis oleh Matt Dinniman, kini tengah dalam proses adaptasi menjadi serial televisi live-action.
Dinniman mengungkapkan bahwa satu syarat utamanya bagi siapa pun yang menggarap proyek ini adalah pemahaman mendalam terhadap materi sumber.
>>> Pokémon TCG Pocket Rilis Spesial 3 Jam Bertabur 4 Pokémon Favorit Penggemar
Syarat Utama Adaptasi
Dalam wawancara di San Diego Comic-Con, Dinniman menekankan pentingnya tim produksi yang tidak hanya membaca novelnya, tetapi juga memahaminya.
Ia ingin memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam adaptasi memiliki pemahaman yang kuat tentang cerita dan nuansanya.
Chris Yost, yang memimpin penulisan dan menjadi produser eksekutif untuk serial Peacock, memenuhi kriteria ini.
Yost dikenal sebagai penggemar berat Dungeon Crawler Carl, bahkan sebelum proyek adaptasi ini bergulir.
Dinniman menyatakan, "Selama orang-orang memahami ceritanya dan ingin melindungi nadanya serta perubahan kecil yang diperlukan untuk TV...
selama kita menjaga inti cerita yang sangat penting ini, baik dalam semangat maupun membuatnya sehebat mungkin, maka saya pikir semua orang akan setuju."
>>> Creator New Girl Ungkap Cara Uniknya untuk Rileks Saat Garap Sitkom Populer
Dukungan Penggemar dan Pemilihan Aktor
Keputusan Dinniman untuk mensyaratkan pemahaman materi sumber disambut baik oleh para penggemar.
Hal ini memberikan keyakinan bahwa adaptasi akan tetap otentik, meskipun beberapa perubahan mungkin diperlukan untuk format televisi.
Kabar baik lainnya bagi penggemar adalah penunjukan Jeff Hays sebagai pengisi suara Princess Donut.
Hays adalah narator audiobook Dungeon Crawler Carl yang telah menghidupkan karakter Donut dengan suaranya.
Meskipun ada kekhawatiran awal mengenai format live-action dibandingkan animasi, Dinniman menjelaskan bahwa pilihan ini diambil untuk menjangkau audiens terluas.
>>> Tom Holland Ungkap Alasan Monster Twist Dihapus dari Spider-Man: Brand New Day
Ia menyatakan keyakinannya pada tim produksi untuk mewujudkan serial yang luar biasa.
