Waralaba horor A Nightmare on Elm Street yang telah lama absen dari layar lebar kini kembali menjadi sorotan dengan munculnya dua proyek reboot yang dikembangkan oleh studio berbeda, Paramount dan Warner Bros.
Persaingan ini semakin memanas seiring dengan penundaan merger antara kedua studio tersebut.
>>> Kolaborasi Langka Timothy Olyphant dan Pedro Pascal di The Mandalorian Disebut Klasik Modern
Dua Proyek Reboot dalam Pengerjaan
Paramount dikabarkan tengah bergerak maju dengan rencana remake A Nightmare on Elm Street di bawah divisi baru mereka, Paramount Primal.
Proyek ini sempat diperkirakan akan didistribusikan secara internasional oleh Warner Bros. pasca merger.
Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa pihak Warner Bros. melalui Michael De Luca dan Pam Abdy tidak antusias dengan rencana Paramount.
Akibatnya, mereka kini berencana untuk mengembangkan reboot A Nightmare on Elm Street versi mereka sendiri, meskipun distribusinya kemungkinan hanya terbatas di luar Amerika Serikat.
Untuk proyek Warner Bros.
, Lee Cronin, yang dikenal melalui "Evil Dead Rise", sedang dalam pembicaraan untuk memproduseri, menulis, dan menyutradarai film tersebut.
Langkah ini memberikan keunggulan bagi Warner Bros. karena Paramount belum menunjuk sutradara untuk proyek mereka.
Sumber yang dekat dengan Paramount Primal menyatakan bahwa kesepakatan hak cipta skenario asli A Nightmare on Elm Street dinegosiasikan secara independen dan tidak didasarkan pada ekspektasi di luar hak domestik saja.
>>> Pemeran Baru Black Panther Dapat Dukungan dari 'Senjata Rahasia' MCU
Siapa yang Akan Merilis Duluan?
Muncul spekulasi bahwa jika reboot Warner Bros. berhasil diproduksi lebih dulu, Paramount mungkin akan menghentikan proyek mereka.
Namun, seorang narasumber Paramount mengklaim bahwa reboot mereka mendapat restu dari pihak mendiang Wes Craven.
Laporan lain menyebutkan bahwa Warner Bros. juga sempat mendekati pihak Craven namun tidak mencapai kesepakatan mengenai pembagian keuntungan yang dianggap terlalu agresif.
Proyek Paramount dikabarkan akan menjadi remake shot-by-shot dari film orisinal tahun 1984. Studio tersebut memproyeksikan pendapatan domestik setidaknya $70 juta dengan anggaran yang moderat, demi memastikan profitabilitas.
Meskipun sumber dari Warner Bros. meragukan daya tarik komersial remake langsung, Paramount tetap berupaya keras untuk menyelesaikan proyek mereka terlebih dahulu.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengalahkan mereka," ujar seorang sumber Paramount.
Mengingat franchise ini belum hadir di layar lebar selama 16 tahun, banyak yang memprediksi reboot ini bisa menjadi fenomena horor dekade ini.
>>> Daftar Lengkap Film dan Serial yang Tayang di Netflix, HBO Max, dan Peacock Agustus 2026
Tantangan terbesar bagi kedua studio adalah menemukan aktor baru yang dapat menggantikan peran ikonik Freddy Krueger yang sebelumnya dibawakan oleh Robert Englund.