Marvel Comics memulai hari pertama San Diego Comic-Con dengan gemilang, merancang arah Marvel Universe pasca-Avengers: Armageddon.
Namun, bukan hanya Earth's Mightiest Heroes yang diuntungkan oleh perubahan besar ini, melainkan juga para X-Men.
Maximum X-Men menghadirkan kelompok baru yang dibentuk untuk menghadapi ancaman setingkat Avengers, sebuah peningkatan besar bagi para mutan.
Ini bukan pertama kalinya tim populer dari era 1980-an mendapat kesempatan untuk mengisi posisi terbesar di alam semesta mereka.
Dark Crisis, meski sering dikritik, sebenarnya menanam benih kesuksesan DC saat ini, termasuk menjadikan Titans sebagai Justice League baru.
Namun, langkah itu tidak berhasil karena berbagai alasan, dan Maximum X-Men berpotensi menghindari kesalahan serupa.
X-Men Lebih Siap dari Titans
Titans dan X-Men selalu terkait erat. X-Men debut pada 1963, disusul Teen Titans setahun kemudian, bersaing untuk pasar pembaca remaja.
Namun, X-Men bangkit kembali lewat Giant-Size X-Men #1 dan era Chris Claremont yang membuat mereka semakin populer.
Sementara Titans (Vol.
4) cenderung stagnan dengan musuh yang itu-itu saja, X-Men terus berkembang berkat kreator yang berani meninggalkan pakem Claremont.
Grant Morrison, misalnya, berhasil meremix klasik, dan kreator setelahnya membawa tim ke berbagai arah baru.
X-Men telah lama menghadapi ancaman tingkat dewa, penakluk universal, dan realitas alternatif, membuat mereka terbiasa dengan tantangan besar.
Banyak anggota X-Men top pernah menjadi Avengers, seperti Storm dan Wolverine, yang kini bergabung dengan Firestar dan Justice di Maximum X-Men.
Maximum X-Men: Langkah Tepat Marvel
Maximum X-Men bukan ide baru—Marvel pernah mencobanya setelah Onslaught—namun jarang benar-benar dieksekusi.
Roster tim yang terdiri dari Storm, Wolverine, Bishop, Iceman, Captain Britain, Colossus, Justice, dan Firestar terasa pas untuk tim sebesar ini.
Dengan kreator Christopher Yost dan Tony S.
Daniel yang telah bekerja luar biasa pada X-Men, serta editor Tom Brevoort dari era Avengers terbaik, Maximum X-Men tampaknya akan sukses.
Berbeda dengan Titans (Vol. 4) yang gagal, X-Men memiliki fondasi lebih kuat untuk menjadi tim utama alam semesta.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
5 anime fiksi ilmiah orisinal terbaik yang bisa disaksikan di layanan streaming
Anime Terbaru Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Pastikan Rilis di Amerika Serikat