Alan Ritchson, aktor yang tampil di Fast X, angkat bicara mengenai keterlambatan produksi Fast Forever.
Film yang disebut-sebut sebagai penutup waralaba Fast & Furious itu belum juga memasuki tahap produksi.
>>> 30 PP Couple Pacar Aesthetic yang Romantis Banget
Dalam wawancara dengan podcast Happy Sad Confused, Ritchson mengakui bahwa ada banyak hambatan yang menghalangi pembuatan film tersebut.
Ia menyebut biaya produksi yang sangat besar menjadi salah satu masalah utama.
"Ada banyak kendala. Membuat film itu mahal, terlalu mahal.
Tidak masuk akal secara finansial. Harus ada cara yang lebih efisien untuk syuting," ujar Ritchson.
Ia menambahkan bahwa tim produksi sedang mencari cara untuk menahan diri namun tetap menghormati skala besar yang telah dibangun waralaba ini.
"Kami berada di persimpangan yang sulit, dan semua orang masih mencari solusi," katanya.
>>> Pokémon dan Yu-Gi-Oh Akhirnya Berkolaborasi dalam Game Gratis Baru
Meski demikian, Ritchson tetap optimis. "Saya yakin akan ada satu film lagi.
Ini hanya masalah menyelesaikan beberapa masalah besar, masalah yang sangat nyata," ujarnya.
Sebelumnya, Vin Diesel telah mengumumkan bahwa Fast Forever akan dirilis pada 17 Maret 2028.
Namun, hingga Juli 2024, film tersebut belum juga masuk produksi, menimbulkan keraguan di kalangan penggemar.
Fast X sendiri tidak meraih kesuksesan box office seperti yang diharapkan, sehingga kendala biaya menjadi semakin relevan.
>>> Twist Liar Baki-Dou Berlandaskan Sains Nyata
Meskipun begitu, pernyataan Ritchson memberikan secercah harapan bagi para penggemar yang menantikan penutup saga ini.
