William Gibson, pionir genre fiksi ilmiah cyberpunk, memperkenalkan visi masa depan distopia yang penuh dengan kekuasaan korporat, kecerdasan buatan, dan teknologi canggih melalui novel "Neuromancer".
Karya yang sangat berpengaruh ini, yang menginspirasi film seperti "The Matrix" dan "Blade Runner", akan segera diadaptasi menjadi serial di Apple TV pada awal 2027.
>>> Widow's Bay Musim Kedua Perlu Beri Sorotan pada Karakter Favorit Penggemar
Bagi penggemar yang tidak sabar menantikan visi Gibson terwujud di layar kaca, ada banyak serial yang bisa dinikmati selagi menunggu.
Mulai dari petualangan di dunia maya hingga kisah bertahan hidup pasca-apokaliptik, berikut adalah serial esensial yang patut ditonton sebelum "Neuromancer" membawa mahakarya genre ini ke hadapan publik.
Almost Human: Sentuhan Setia pada Klise Cyberpunk
Berlatar di masa depan tahun 2048, "Almost Human" mengikuti kisah John Kennex (Karl Urban), seorang polisi soliter yang terpaksa bekerja sama dengan perwira android setelah terbangun dari koma selama 17 bulan.
Serial Fox yang hanya bertahan satu musim ini memiliki kemiripan yang tak terbantahkan dengan game "Detroit: Become Human".
"Almost Human" menawarkan pandangan setia pada klise cyberpunk, termasuk teknologi canggih, korupsi, dan peningkatan kemampuan manusia, dengan balutan prosedural bernuansa noir dan sentuhan bromance antar polisi.
Blade Runner: Black Lotus: Memperluas Warisan Cyberpunk
Diadaptasi dari novel Philip K.
Dick, "Blade Runner: Black Lotus" mengisahkan Elle (Jessica Henwick), seorang wanita muda yang terbangun tanpa ingatan tentang identitas atau tujuannya.
Terjebak dan diburu di kota distopia tahun 2032, Elle mulai mengikuti petunjuk untuk mengungkap masa lalunya yang terlupakan.
Serial Adult Swim ini sekaligus menjadi penghormatan bagi "Blade Runner" karya Ridley Scott dan memperluas warisan franchise dengan perspektif baru.
Berlatar di antara film orisinal dan "Blade Runner 2049", serial ini mengisi kekosongan lore dengan menggambarkan periode transisi masyarakat sebelum Niander Wallace menciptakan model-modelnya.
Menampilkan klise klasik, "Blade Runner: Black Lotus" membawa penonton ke masa depan yang gelap dan basah oleh hujan, penuh dengan pertanyaan eksistensial.