Marvel Studios menghadapi kritik terkait representasi pahlawan wanita dalam film mendatang, Avengers: Doomsday. Meskipun diposisikan sebagai "ultimate Marvel crossover", film ini dinilai kurang menonjolkan karakter perempuan.
Kekhawatiran ini muncul dari materi promosi awal, termasuk konsep seni yang menampilkan 20 pahlawan pria berbanding hanya 5 wanita.
>>> 15 Tahun Lalu, Reboot "Thundercats" Tayang dan Layak Dikenang
Hal ini mengejutkan mengingat X-Men memiliki banyak karakter wanita kuat dan berkembang.
Absennya Karakter Kunci
Beberapa pahlawan wanita ikonik seperti Storm, Jean Grey, dan Rogue dari X-Men, serta Captain Marvel dan Scarlet Witch dari Avengers, belum dikonfirmasi kehadirannya atau justru dikabarkan absen.
Para sutradara, Joe dan Anthony Russo, menyatakan "selalu ada kejutan", namun pola pertanyaan media yang berfokus pada karakter wanita menunjukkan bahwa mereka cenderung dikesampingkan.
Bahkan karakter seperti Spectrum, yang secara logis seharusnya berperan penting dalam cerita multiverse, dikabarkan mungkin tidak akan muncul.
>>> Jujutsu Kaisen: Visual Baru Pementasan Shibuya Incident dan Update Musim ke-4
Sejarah dan Perubahan Representasi
Kritik ini mengingatkan pada masa lalu Marvel Studios yang sempat meragukan minat penonton terhadap pahlawan wanita, sebuah pandangan yang diyakini dipengaruhi oleh mantan petinggi studio.
Meskipun ada upaya untuk meningkatkan representasi pasca-2016 dengan film seperti Captain Marvel dan Black Panther, tren terbaru tampaknya kembali mengesampingkan karakter perempuan.
Rasio pahlawan wanita dalam Avengers: Doomsday yang diperkirakan satu banding lima, dinilai tidak seimbang jika dibandingkan dengan rasio satu banding enam pada tim Avengers asli.
>>> Profil dan Fakta Menarik Chifuyu Matsuno Tokyo Revengers
Film ini diharapkan dapat menghormati sejarah Marvel dengan menempatkan pahlawan wanita, baik dari Avengers maupun X-Men, di garis depan narasi bersama pahlawan pria.
