⌂ Beranda News Kisah Tauriel di The Hobbit Awalnya Sangat Berbeda, Ini Buktinya

Kisah Tauriel di The Hobbit Awalnya Sangat Berbeda, Ini Buktinya

Kisah Tauriel di The Hobbit Awalnya Sangat Berbeda, Ini Buktinya
A A Ukuran Teks16px

Peter Jackson mengambil keputusan berani saat mengadaptasi The Hobbit ke layar lebar. Salah satu perubahan terbesar adalah alur cinta antara elf Tauriel dan kurcaci Kíli.

Namun, banyak penggemar tidak tahu bahwa kisah Tauriel awalnya dirancang sangat berbeda. Jackson mengubahnya agar lebih terintegrasi dengan cerita utama.

>>> Pemeran The Walking Dead Ledek Jeffrey Dean Morgan di SDCC 2026

Awal Mula Karakter Itaril

Tauriel diciptakan khusus untuk film The Hobbit guna menambah representasi perempuan. Dalam pengembangan awal, karakter ini bernama Itaril.

Menurut panggilan casting tahun 2010, Itaril adalah seorang Silvan Elf dan pengawal Raja Thranduil. Ia belum ditetapkan sebagai kapten seperti Tauriel.

Yang menarik, Itaril awalnya jatuh cinta pada seorang "ELF LORD" dari Rivendell. Kíli sama sekali tidak ada dalam rencana awal.

Elf Lord tersebut digambarkan sebagai pejuang dari keluarga bangsawan dengan selera humor tajam. Kemungkinan besar peran ini akan dimainkan oleh Aidan Turner.

Aidan Turner sendiri mengaku awalnya mengikuti audisi untuk karakter elf yang kemudian dipotong. Ia akhirnya berperan sebagai Kíli.

Ada rumor kuat bahwa Saoirse Ronan akan memerankan Itaril sebelum diubah menjadi Tauriel. Ronan sebelumnya bekerja dengan Jackson di film The Lovely Bones.

>>> Guns & Dragons: FPS Fantasi dari Mantan Developer Dave the Diver

Mengapa Jackson Mengubah Alur Cerita?

Versi awal mungkin akan menonjolkan persaingan antara Kerajaan Hutan dan Rivendell. Namun, masalah utamanya adalah ketidakrelevanan dengan plot utama.

Bilbo Baggins dan para kurcaci adalah fokus sentral The Hobbit. Kisah cinta antara dua elf akan terasa seperti pengalihan yang tidak perlu.

Dengan menghubungkan Tauriel dengan Kíli, Jackson membuatnya lebih berarti dalam misi para kurcaci. Tauriel terlibat langsung dalam penyembuhan luka Kíli dan pertempuran.

Keputusan ini juga memperdalam karakter Kíli dan menambah drama pada kematiannya. Meski kontroversial, alur ini lebih efektif secara naratif.

Beberapa pihak berpendapat The Hobbit tidak perlu elemen romantis sama sekali. Namun, Jackson ingin mengulang kesuksesan kisah cinta Aragorn dan Arwen di The Lord of the Rings.

>>> Spider-Man: Brand New Day Raih Skor Rotten Tomatoes Tertinggi Marvel dalam 5 Tahun

Meski tidak setinggi standar The Lord of the Rings, trilogi The Hobbit tidak pantas mendapat kebencian berlebihan. Evolusi kisah Tauriel justru menunjukkan keahlian Jackson sebagai pencerita.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru