Trailer terbaru untuk remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time di Nintendo Switch 2 telah memicu diskusi baru di kalangan penggemar.
Banyak yang melewatkan petunjuk halus tentang perubahan besar dalam alur waktu Zelda yang tersembunyi di dalamnya.
Semua bermula dari kalimat pertama narator dalam trailer: "Dahulu kala, ada sebuah negeri bernama Hyrule, diciptakan oleh makhluk dewa tertinggi."
Kalimat ini menyiratkan bahwa Hyrule adalah negeri yang sudah lama berlalu, tidak lagi ada pada zaman narator hidup.
Teori Refounding Terkonfirmasi
Sejak Tears of the Kingdom (TOTK) dirilis, teori terbesar tentang penempatan timeline-nya adalah bahwa era Wild terjadi di masa depan yang sangat jauh, setelah game-game Zelda tradisional lainnya.
Teori ini didukung oleh fakta bahwa Sonia dan Rauru adalah pendiri Kerajaan Hyrule, namun dunia Breath of the Wild memiliki banyak referensi ke game sebelumnya.
Untuk Rauru dan Sonia mendirikan Hyrule setelah semua game lain, ini menunjukkan bahwa Hyrule telah hancur di masa lalu, dan Rauru hanya mendirikan kembali kerajaan yang pernah ada.
Narasi trailer Ocarina of Time kemungkinan terjadi pada periode masa lalu TOTK, sebelum Rauru dan Sonia mendirikan kembali Kerajaan Hyrule.
Kaitan dengan Film Live-Action Zelda
Penekanan narator bahwa Hyrule ada "dahulu kala" bisa jadi merupakan upaya Nintendo untuk menghubungkan seri Zelda dengan dunia nyata.
Ini mungkin menandakan bahwa seluruh franchise Legend of Zelda ada dalam versi dunia nyata, tetapi di masa lalu yang sangat jauh dan hilang dari sejarah.
Dengan film live-action Zelda yang dijadwalkan pada April tahun depan, menghubungkan sejarah Zelda dengan dunia nyata bisa menjadi pilihan yang disengaja oleh Nintendo.
Meskipun masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti, laporan tentang Nintendo Direct bertema Zelda pada September mungkin akan memberikan informasi lebih lanjut tentang Ocarina of Time dan film Zelda.
Kalimat pembuka narator itu sendiri menceritakan sebuah kisah yang layak diperbincangkan lebih luas oleh para penggemar.
Setidaknya, ini adalah pilihan gaya yang menarik dari Nintendo untuk menempatkan narasi game ini sebagai dongeng, seperti 'legenda' Zelda yang diwariskan ke generasi baru.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Professor Layton and the Curious Village Mendapatkan Remake Setelah 20 Tahun
Kutipan Film Tom Hanks Lebih Populer Ketimbang Fakta Asli Apollo 13