⌂ Beranda News Setelah Doom, Halo, dan Gears of War, Giliran Unreal Tournament Bangkit Kembali

Setelah Doom, Halo, dan Gears of War, Giliran Unreal Tournament Bangkit Kembali

Setelah Doom, Halo, dan Gears of War, Giliran Unreal Tournament Bangkit Kembali
Ilustrasi: Setelah Doom, Halo, dan Gears of War, Giliran Unreal Tournament Bangkit Kembali
A A Ukuran Teks16px

Genre shooter telah melalui berbagai tren selama dua dekade terakhir. Dari militer shooter, battle royale, hero shooter, hingga game bertema cerita seperti Marathon, semuanya pernah berjaya.

Namun, arena shooter cepat yang menjadi cikal bakal genre ini tetap memiliki tempat di hati pemain. Doom, Halo, dan Gears of War adalah buktinya.

>>> Marvel Ubah Pemimpin X-Men Menjadi Penjahat di X-Men '97 Season 3?

Doom sukses dengan entri modernnya yang mendapat pujian kritis. Halo terus berekspansi, dan Gears of War kembali dengan prekuel yang mengembalikan seri ke akarnya.

Melihat kebangkitan waralaba legendaris ini, satu nama besar masih absen: Unreal Tournament. Game ini dikenal dengan kecepatan, senjata memuaskan, dan skill ceiling yang tinggi.

Episode Secret Level yang berfokus pada Unreal Tournament berhasil menangkap energi yang membuat seri ini begitu ikonik.

Ini menjadi pengingat bahwa Epic Games masih memiliki salah satu waralaba shooter terbaik.

Doom, Halo, dan Gears of War Buktikan Arena Shooter Klasik Masih Diminati

Id Software merevitalisasi Doom mulai tahun 2016 dengan Doom, lalu memperluas formula lewat Doom Eternal. Mereka memodernisasi gerakan, pertempuran, dan desain level tanpa meninggalkan kecepatan khas seri ini.

Doom: The Dark Ages mengeksplorasi era berbeda namun tetap menghadirkan pertempuran cepat yang diharapkan penggemar. Game-game ini membuktikan bahwa desain shooter klasik masih bisa bersaing dengan teknologi modern.

Microsoft mengambil pendekatan serupa dengan Halo. Meski Halo Infinite mengalami peluncuran sulit, pembaruan bertahun-tahun mengubah multiplayer-nya menjadi pengalaman yang jauh lebih kuat.

Halo Studios juga mengonfirmasi masa depan waralaba ini di Unreal Engine 5, menandai babak baru. Halo: Campaign Evolved dijadwalkan menghidupkan kembali narasi seri ini.

Filosofi yang sama berlaku untuk Gears of War. Alih-alih melanjutkan garis waktu, Gears of War: E-Day kembali ke awal perang manusia melawan Locust Horde.

Prequel, reboot, dan sekuel modern menunjukkan pelajaran yang sama: pemain masih peduli pada shooter legendaris jika pengembang menghormati keistimewaannya sambil memperkenalkannya ke audiens baru.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru