Kreatornya, Jody Schaeffer dan George Krstic, tumbuh dengan menonton mecha anime dan ingin memberi penghormatan sambil mengolok-olok tropenya.
Serial ini mengikuti dua pemalas dari New Jersey, Coop dan Jamie, yang menemukan mecha dari masa depan di tempat barang rongsokan.
Coop memodifikasi MEGAS sehingga mereka bisa melindungi Bumi dari alien Glorft.
Megas XLR berpadu antara aksi seru dan komedi slapstick. Sayangnya, serial ini dibatalkan setelah dua musim karena rating menurun, meski memiliki basis penggemar setia.
Rencana reboot pada 2020-an gagal akibat merger Warner Bros. Discovery.
Kini, sepertinya Megas XLR benar-benar berakhir, namun lagu temanya "Chicks Dig Giant Robots" tetap ikonik.
Arcane – Keajaiban Visual dengan Pembangunan Dunia yang Kuat
Arcane didasarkan pada game League of Legends dari Riot Games.
Diumumkan saat perayaan sepuluh tahun League of Legends, Arcane melampaui ekspektasi dan dianggap sebagai salah satu serial animasi terbaik dekade ini.
Kedua musimnya memenangkan Emmy untuk Program Animasi Luar Biasa.
Diproduksi oleh Fortiche dan Riot Games, Arcane adalah mahakarya steampunk distopia yang mengikuti kisah dua saudari, Vi dan Jinx.
Arcane mengambil pendekatan unik dengan berlatar di alam semesta League of Legends, bukan mengadaptasi langsung peristiwa game. Hal ini membuatnya lebih mudah diakses oleh penonton baru.
Gaya seni Fortiche memukau, namun Arcane tidak hanya mengandalkan visual.
Narasi dan pembangunan dunianya sama kuatnya, menghindari klise satu dimensi, dan mengeksplorasi ketimpangan kelas, penindasan, serta sifat korup kekuasaan.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
5 Karakter Anime Ini Cukup Kuat untuk Menghadapi Sung Jinwoo Sendirian
Kisah Masa Kecil Jason Voorhees Berubah di Serial Crystal Lake