Sebuah celah dalam rilis RPG open-world besar tampaknya terisi oleh DragonSword: Awakening.
Game ini berhasil menduduki jajaran terpopuler di Steam, sebuah pencapaian yang nyaris tidak terwujud akibat sengketa hukum.
>>> Film Avatar: The Last Airbender Kini Tayang Resmi Setelah Berbagai Kendala
DragonSword: Awakening menampilkan estetika anime yang mengingatkan pada game free-to-play seperti Genshin Impact. Awalnya, game ini dikembangkan dengan model free-to-play di bawah penerbit Webzen.
Namun, setelah sengketa hukum yang rumit antara pengembang Hound13 dan penerbit Webzen, game ini akhirnya diluncurkan sebagai RPG berbayar tradisional.
Keputusan ini tampaknya disambut baik oleh para pemain.
Perjalanan Menuju Peluncuran
Ketika pertama kali diumumkan pada tahun 2022 dengan nama DragonSong, game ini direncanakan sebagai game gacha bergaya anime.
Meskipun game gacha populer, banyak pemain yang tidak menyukai model monetisasi dan elemen perjudiannya.
Hound13 kemudian memutuskan untuk meluncurkan versinya sendiri sebagai RPG berbayar yang lebih konvensional.
>>> Robot Chicken Crossover Spesial Rayakan Ulang Tahun Adult Swim & Cartoon Network
Peluncuran di Steam terjadi setelah perselisihan antara Hound13 dan Webzen mengenai pendapatan dari versi gratis yang telah rilis di Korea.
Mantan penerbitnya sempat berusaha memblokir peluncuran, namun kasusnya ditolak.
Versi baru yang bebas gacha ini akhirnya tiba di Steam pada 22 Juli, dengan harga $29.99 USD.
Angka pemain mencapai puncak 20.605 dalam 24 jam pertama, sebuah performa solid untuk debut game dari pengembang baru, terutama dengan harga awal yang harus dibayar.
Lebih penting lagi, reception pemain sangat positif. Banyak ulasan memuji peralihan dari model gacha.
Beberapa pemain menyebutnya sebagai 'mirip Genshin tanpa gacha'.
>>> 30 Waifu Anime Terbaik Sepanjang Masa, Peringkat Teratas
DragonSword: Awakening kini tersedia di PC melalui Steam. Kompatibilitas Steam Deck masih belum diketahui.
