Dinamika karakter paling menarik di "Doomsday" justru antara Ant-Man dan Ghost, yang menjadi masalah besar mengingat banyaknya karakter ikonik yang hadir.
Ada banyak cara untuk memperbaiki masalah ini, termasuk film Avengers skala kecil seperti "Age of Ultron" atau eksplorasi peran Thunderbolts sebagai New Avengers.
Pertemuan perdana Reed Richards dan Doom yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat kedatangan Doom terasa minim ketegangan dan bobot naratif.
"Doomsday" lebih terasa sebagai kendaraan untuk menyatukan karakter populer daripada sebuah cerita yang dibangun dengan matang.
Apakah Masalah "Doomsday" Murni Kesalahan Marvel?
Multiverse Saga awalnya dibangun untuk Kang the Conqueror sebagai ancaman utama.
Namun, kepergian aktor Jonathan Majors akibat masalah hukum memaksa Marvel untuk mengganti penjahat utama dengan cepat.
Penundaan jadwal film "Avengers" kelima dan keenam menjadi konsekuensi dari perubahan ini.
Meskipun Marvel tidak bisa disalahkan atas kepergian Majors, hal ini tidak sepenuhnya membebaskan studio dari masalah film ini.
Pengabaian setup dari proyek lama seperti "Secret Invasion" dan "The Marvels" juga mengecewakan penggemar.
Kembalinya Robert Downey Jr. dan Chris Evans terasa seperti upaya terakhir untuk menarik penonton umum, yang seharusnya tidak perlu jika "Doomsday" memiliki cerita yang menarik.
Marvel seharusnya bisa menghindari masalah ini dengan membuat film "Avengers" yang memiliki daya tarik naratif kuat, bukan hanya mengandalkan potensi crossover.
>>> HBO Siap Rebut Mahkota TV Superhero dari The Boys dengan Proyek Lanterns
Film ini tampaknya menempatkan potensi crossover di atas kualitas cerita yang sesungguhnya.