Ia memulai wabah vampir yang memusnahkan seluruh kota, namun ia bukanlah sumber kejahatan itu sendiri.
Marsten House yang dihadirkan dalam buku menyiratkan bahwa terkadang kejahatan memang ada tanpa alasan yang jelas.
Sementara The Stand berakhir dengan nada yang agak positif, Salem's Lot justru sebaliknya, mengambil sikap bahwa perjuangan melawan kejahatan bersifat menguras tenaga dan tak pernah berakhir.
IT Menjadi Lebih Ikonik Dibanding The Stand
Randall Flagg mungkin adalah salah satu penjahat berulang paling terkenal Stephen King, namun kemunculan Pennywise berkontribusi membuat semua orang takut pada badut.
Hal ini muncul dari salah satu buku paling terkenal King, IT, yang menjadi bacaan wajib bagi setiap penggemar.
>>> Trailer Lanterns Ungkap Pahlawan DC Sesuai Impian Penggemar Komik
Berlatar di kota Derry, Maine yang kini ikonik, lokasi tersebut menjadi simbol kejahatan berkat alien laba-laba yang memakan ketakutan anak-anak setiap 27 tahun sekali.
Pennywise adalah penjelmaan yang bentuk favoritnya adalah, tentu saja, badut.
King memanfaatkan beberapa konsep paling mengerikan, seperti trauma masa kecil dan ketidakmampuan orang tua melihat rasa sakit anak-anak mereka.
IT menciptakan dialog dengan film horor yang tidak dapat disaingi oleh karya-karya lainnya.
Penjahat The Outsider Lebih Mengerikan dari Randall Flagg
Randall Flagg secara harfiah adalah iblis dalam The Stand, namun The Outsider karya Stephen King masih membuat penjahatnya lebih mengerikan.
Ia melakukannya dengan menciptakan pembunuh anak-anak yang mirip Pennywise, yang menikmati kesedihan sebuah komunitas.
Buku ini mengikuti kasus pembunuhan dan penyerangan terhadap Ralphie Peterson, yang kematiannya menimbulkan kekacauan di sebuah kota.
Beban pembunuhan jatuh pada pelatih liga kecil setempat, Terry Maitland, sampai pihak berwenang menemukan bahwa ia entah bagaimana berada di dua tempat sekaligus.
Pembunuh sebenarnya adalah entitas penjelmaan yang menjebak orang-orang tak bersalah agar ia dapat memakan keputusasaan sebuah kota.
Tindakan ini lebih jahat daripada apa pun yang pernah terjadi di The Stand karena pandangan nihilistik terhadap dunia.