Trilogi The Lord of the Rings karya Peter Jackson bukan hanya sukses besar di box office, tetapi juga membentuk lanskap perfilman di awal abad ke-21.
Kesuksesan ini turut mengangkat karier para aktornya, termasuk Orlando Bloom yang memerankan Legolas, sang prajurit Elf.
>>> Game PS5 Baru Raih Skor Ulasan Pengguna 99/100 di PlayStation Store
Namun, seiring berjalannya waktu dan munculnya konten baru seperti trilogi The Hobbit dan serial The Rings of Power, perspektif terhadap karakter-karakter ini bisa berubah.
Kini, beberapa kekurangan Legolas justru membuat rekannya sesama anggota Fellowship, Gimli, terlihat lebih unggul.
1. Kurang Ekspresif dan Terlalu Jauh
Dalam adaptasi film, Legolas digambarkan sebagai sosok yang stoik dan pendiam, berbeda dari penggambaran Tolkien yang lebih ceria.
Perubahan ini membuatnya tampak kurang bersemangat dalam menghadapi kejahatan Sauron, padahal kaum Elf telah banyak menderita.
Berbeda dengan Gimli, yang berhasil menunjukkan kesedihan dan motivasinya akibat kehilangan kaumnya di Tambang Moria.
Hal ini membuat latar belakang dan semangat juang Gimli lebih terasa kuat sepanjang cerita.
2. Latar Belakang yang Samar
Meskipun Legolas adalah putra Raja Thranduil dari Woodland Realm, statusnya ini tidak terlalu dieksplorasi dalam trilogi The Lord of the Rings.
Bahkan, ayahnya baru muncul di trilogi The Hobbit.
Informasi mengenai ibu Legolas dan tanggal lahirnya juga tidak pernah diungkapkan dalam lore Tolkien, membuat latar belakang karakternya terasa kurang terdefinisi.
>>> X-Men '97 Konfirmasi Masa Depan Serial, Siap Pecahkan Rekor Marvel
Sebaliknya, Gimli memiliki garis keturunan yang jelas, terhubung dengan tokoh-tokoh penting seperti ayahnya, Glóin, dan pamannya, Óin.
Hubungan Legolas dengan ayahnya, Thranduil, juga digambarkan tegang dalam trilogi The Hobbit. Thranduil yang memiliki prasangka dan rasa superioritas seringkali membebani Legolas, terutama terkait perasaannya pada Tauriel.
Hal ini berbanding terbalik dengan Gimli yang memiliki hubungan baik dengan ayahnya dan bangga akan warisan serta budaya kaumnya.
Adegan pertarungan Legolas dalam film seringkali terlihat berlebihan dan nyaris mustahil, seperti meluncur di atas tubuh musuh saat melawan Orc.
Hal ini membuatnya tampak seperti superhero di antara manusia biasa.
Sementara itu, Gimli digambarkan sebagai pejuang tangguh yang gagah berani terjun langsung ke tengah pertempuran dengan kapaknya. Gaya bertarung Gimli yang lebih membumi terasa lebih memuaskan bagi penonton.
Legolas seringkali dianggap hanya sebagai 'eye-candy' dalam cerita, dengan penampilan fisik yang menarik perhatian namun minim kedalaman karakter.
Meskipun muncul di banyak film, latar belakang dan kepribadiannya kurang tergali.
>>> Paramount dan Warner Bros. Tunda Merger Hingga 2027, Dampak ke Film Superman?
Kehadirannya lebih banyak mengandalkan daya tarik visual Orlando Bloom. Dibandingkan dengan Gimli yang merupakan karakter utuh dengan motivasi dan kepribadian yang kuat, Legolas terasa lebih dangkal.