Sutradara Zach Cregger mengungkapkan bahwa penggunaan efek praktis dalam film terbarunya, Resident Evil, nyaris berakibat fatal bagi aktor utamanya, Austin Abrams.
Cregger menjelaskan bahwa salah satu adegan paling kacau dalam film mengharuskan Abrams berlari di jalanan bersalju di Raccoon City, dikejar monster yang terinfeksi T-Virus.
Efek Praktis Berisiko Tinggi
Untuk adegan tersebut, Cregger memilih efek praktis alih-alih CGI.
Ini melibatkan pemasangan kantong darah seberat 150 pon pada derek yang akan meledak di sekitar Abrams saat ia berlari.
Perhitungan waktu yang cermat sangat penting untuk keselamatan Abrams. Namun, dalam satu pengambilan gambar, ledakan dipicu terlalu cepat.
Jika Abrams sedikit saja bergeser dari posisinya, ia akan terkena ledakan tepat di kepala dan berakibat fatal.
Adegan ini, yang menampilkan Abrams berlari melewati reruntuhan dan melompati mobil, berhasil direkam dan akan tayang di film.
Dalam film Resident Evil, Abrams memerankan Bryan, seorang kurir medis yang terjebak dalam wabah T-Virus saat mengantarkan paket ke rumah sakit di Raccoon City.
Cregger memilih untuk tidak menggunakan karakter dari gim video agar dapat menceritakan kisah orisinal yang tetap setia pada nuansa klasik Resident Evil.
Resident Evil dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 September 2026.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Naruto Tampilkan Desain Baru Anggota Akatsuki untuk Seri Noir Edge
6 Perubahan Terbesar di Remake Ocarina of Time Lewat Zelda Direct