Kematian Gambit di Genosha pada Season 1 X-Men ’97 ternyata hanya sementara. Sang Ragin’ Cajun kini telah kembali, dan kebangkitannya menjadi bagian dari rencana besar Apocalypse.
Season 2 serial animasi Marvel ini memang berfokus pada Apocalypse, termasuk asal-usul dan akhir dari penjahat mutan tersebut.
>>> 21 Tahun Berlalu, Kutipan Lex Luthor Terbaik di Smallville Masih Jadi yang Paling Ikonik
Salah satu alur yang diangkat adalah kebangkitan Gambit sebagai Horseman of Apocalypse, tepatnya sebagai Death.
Di komik, kisah Gambit sebagai Death tidak terlalu populer. Namun, X-Men ’97 mencoba memperbaikinya dengan pendekatan yang lebih emosional dan berdampak.
Apocalypse Bangkitkan Gambit
Dalam episode terbaru, Apocalypse yang melemah melakukan perjalanan waktu ke era 1990-an. Ia membawa peti mati berlapis kain ungu yang jelas-jelas untuk membangkitkan Gambit.
>>> 10 Mecha Anime yang Sebenarnya Bergenre Horor
Kebangkitan Gambit sebagai Death akan mengguncang para X-Men yang masih berduka. Apocalypse memanfaatkan momen ini untuk mengalihkan perhatian mereka dari rencana utamanya.
Dua Kemungkinan Alur Cerita
X-Men ’97 bisa mengambil dua arah. Pertama, Gambit menjadi Horseman Death yang membuat X-Men patah hati.
Kedua, Apocalypse bisa menggunakan tubuh Gambit sebagai inang barunya, seperti yang pernah terjadi pada Cyclops dalam komik “The Twelve”.
>>> Stuart Fails to Save the Universe Hadirkan Cameo Seheboh The Big Bang Theory
Apapun pilihannya, kisah ini menjanjikan momen tergelap dalam serial X-Men ’97. Enam episode pertama sudah tayang di Disney+, dan episode baru akan dirilis setiap pekan.
