⌂ Beranda News Review The Walking Dead: Dead City Season 3: Spinoff Akhirnya Tepat Sasaran

Review The Walking Dead: Dead City Season 3: Spinoff Akhirnya Tepat Sasaran

Review The Walking Dead: Dead City Season 3: Spinoff Akhirnya Tepat Sasaran
A A Ukuran Teks16px

The Walking Dead: Dead City Season 3 tayang perdana pada 26 Juli 2026 pukul 21.00 ET di AMC dan AMC+.

Musim ketiga ini menjadi titik balik bagi serial spinoff yang sebelumnya sempat kehilangan arah.

>>> Power Rangers Re-Ignition Dragonzord Hadir, Tapi Lewat Kickstarter

Dengan showrunner baru Seth Hoffman, Dead City berhasil menyajikan cerita yang lebih segar dan berani.

Awal Baru yang Kacau namun Menjanjikan

Musim ketiga dimulai tepat setelah peristiwa musim kedua, namun dengan cepat meninggalkan banyak alur cerita sebelumnya.

Episode perdana terasa seperti episode pembersihan yang berantakan, mencoba menutup era showrunner sebelumnya sambil memperkenalkan karakter dan konflik baru.

Meskipun demikian, setelah melewati episode pertama yang lemah, sisa musim ini menjadi yang terkuat yang pernah ditampilkan Dead City.

Maggie dan Negan Berpisah, Masing-masing Mencari Jalan

Setelah berdamai, Maggie dan Negan memilih jalan masing-masing. Maggie fokus membangun komunitas di Manhattan bersama Renata, Luis, dan kelompok Bricks.

Sementara itu, Negan bersantai di bar milik Dillard, karakter baru yang diperankan Jimmi Simpson. Dillard menjadi salah satu daya tarik utama musim ini.

Simpson berhasil memerankan Dillard dengan memukau, baik dalam sisi komedi maupun tragedi karakternya yang bergantung pada dua walker.

Maggie akhirnya memiliki hubungan pertemanan sejati dengan wanita lain, sesuatu yang sudah lama dinantikan. Potensi hubungan asmara dengan Luis juga menjadi angin segar.

Musim ini memiliki delapan episode yang cukup untuk menggali karakter dan latar belakang mereka. Namun, beberapa alur terasa terburu-buru.

>>> 3 Serial Fiksi Ilmiah Hebat yang Terbebani Lubang Plot Perjalanan Waktu

Berbeda dengan dua musim sebelumnya yang suram, Season 3 mengusung tema harapan. Hal ini membuat serial terasa lebih hidup dan dialognya lebih jenaka.

Namun, sisi gelap apokaliptik sedikit berkurang, digantikan oleh momen-momen yang agak sentimentil.

Hubungan Maggie dan Negan tetap menjadi titik lemah. Meskipun tidak lagi dihantui masa lalu, chemistry mereka terasa dipaksakan.

Satu episode bahkan menampilkan alur alternatif di mana kiamat tidak pernah terjadi, memperkuat gagasan bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Pendekatan ini terasa terlalu berlebihan.

Meskipun demikian, showrunner Seth Hoffman berusaha maksimal dengan bahan yang ada. Adegan Maggie dan Negan kini lebih fungsional, bekerja sama karena saling membutuhkan keahlian masing-masing.

Akhir musim ketiga terasa seperti waktu yang tepat untuk mengakhiri siklus Dead City, meskipun belum ada kepastian mengenai musim keempat.

Season 3 berhasil mendorong karakter Maggie dan Negan maju lebih jauh dari dua musim sebelumnya, dilengkapi dengan ide-ide besar tentang pemulihan tatanan setelah kekacauan.

Adegan aksi walker yang mengesankan turut memperkuat narasi.

>>> Mengenal XBato dan Bbato, Situs Alternatif Batoto

The Walking Dead mungkin tidak akan pernah kembali ke masa kejayaannya, tetapi Dead City Season 3 berusaha keras mendekatinya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru