News

The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film

Patung dewi Athena yang kepalanya terlepas dan jatuh
The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film
Ukuran Teks

Film The Odyssey versi Christopher Nolan setia pada puisi Homer, namun menyajikan akhir yang berbeda secara signifikan. Akhir cerita ini memberikan pelajaran moral mendalam bagi Odysseus.

Odysseus menyadari bahwa ia telah melampaui batas dan melanggar hukum Zeus, menjadikannya sosok yang ditakuti.

Perjalanan ini banyak dipengaruhi oleh dewi Athena, yang kehadirannya telah diisyaratkan sejak awal film.

Patung Athena yang Patah Menjadi Kunci Cerita

Di awal film, adegan kepala patung Athena yang terlepas dan jatuh ke tanah menjadi simbol konflik batin Odysseus.

Momen ini menjadi penanda awal dari pemahaman Odysseus tentang kesalahannya.

Nolan berulang kali menampilkan adegan Odysseus di tangga Troya saat kota itu dijarah.

Dengan wajah berlumuran darah dan penuh kesakitan, ia menatap sesuatu yang baru terungkap di akhir film.

Berbeda dengan kisah Homer, Odysseus dalam film ini mengalami amnesia. Taktik serupa juga digunakan dalam film 'Ulysses' tahun 1954 yang dibintangi Kirk Douglas.

Dalam film Nolan, Calypso digambarkan lebih membantu Odysseus.

Ia sering menyebutkan bahwa Odysseus memanggil nama Athena dalam mimpinya, serta nama lain yang kemudian terungkap sebagai istrinya, Penelope.

Athena, yang selalu mendampingi Odysseus, berusaha menyampaikan pesan tentang keputusan-keputusan yang melanggar kehormatannya, terutama saat ia menciptakan Kuda Troya sebagai 'hadiah untuk para dewa'.

Twist yang Mengubah Persepsi Akhir

Twist terbesar film ini terungkap saat pasukan Odysseus membantai warga tak berdosa di Troya, termasuk seorang wanita muda yang dipenggal.

Adegan ini langsung beralih ke kepala patung Athena yang jatuh, menunjukkan apa yang dilihat Odysseus dalam ingatannya.

Adegan ini menjadi momok bagi Odysseus selama ia tinggal di pulau Calypso, dan membekas saat ia melihat ketakutan di wajah Circe dan saat anak buahnya menghina dewa matahari.

Sebagai satu-satunya yang selamat dari murka Zeus, Odysseus membawa cerita ini, yang menyiksanya karena ia tahu tindakannya telah mengutuk krunya dan membahayakan istri serta putranya.

Ketika Odysseus menjelaskan kepada Penelope bahwa 'orang-orang dari laut' yang ditakuti adalah dirinya dan krunya, itu bagaikan belati di hatinya.

Momen ini memperkuat kesadarannya untuk menghormati para prajuritnya yang gugur dan memperbaiki hidupnya.

Akhir cerita diubah agar sesuai dengan pemahaman Odysseus. Alih-alih memerintah kerajaannya bersama Penelope setelah membunuh para pelamar, Odysseus menerima pengasingan bersama Penelope untuk menjelajahi dunia.

Putranya kemudian mengambil alih takhta.

Pengasingan ini menjadi penebusan atas dosa-dosanya, yang semuanya telah diisyaratkan sejak awal film melalui jatuhnya patung Athena dan bimbingannya.

Rekomendasi

Update Terbaru