⌂ Beranda News The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film

The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film

The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film
Ilustrasi: The Odyssey: Bagaimana Christopher Nolan Menyembunyikan Twist Terbesar Film
A A Ukuran Teks16px

Film The Odyssey versi Christopher Nolan setia pada puisi Homer, namun menyajikan akhir yang berbeda secara signifikan. Akhir cerita ini memberikan pelajaran moral mendalam bagi Odysseus.

Odysseus menyadari bahwa ia telah melampaui batas dan melanggar hukum Zeus, menjadikannya sosok yang ditakuti.

>>> Game PS1 Eksklusif 1998 Hadir Kembali dengan Remake Genre Berbeda

Perjalanan ini banyak dipengaruhi oleh dewi Athena, yang kehadirannya telah diisyaratkan sejak awal film.

Patung Athena yang Patah Menjadi Kunci Cerita

Di awal film, adegan kepala patung Athena yang terlepas dan jatuh ke tanah menjadi simbol konflik batin Odysseus.

Momen ini menjadi penanda awal dari pemahaman Odysseus tentang kesalahannya.

Nolan berulang kali menampilkan adegan Odysseus di tangga Troya saat kota itu dijarah.

Dengan wajah berlumuran darah dan penuh kesakitan, ia menatap sesuatu yang baru terungkap di akhir film.

Berbeda dengan kisah Homer, Odysseus dalam film ini mengalami amnesia. Taktik serupa juga digunakan dalam film 'Ulysses' tahun 1954 yang dibintangi Kirk Douglas.

Dalam film Nolan, Calypso digambarkan lebih membantu Odysseus.

Ia sering menyebutkan bahwa Odysseus memanggil nama Athena dalam mimpinya, serta nama lain yang kemudian terungkap sebagai istrinya, Penelope.

Athena, yang selalu mendampingi Odysseus, berusaha menyampaikan pesan tentang keputusan-keputusan yang melanggar kehormatannya, terutama saat ia menciptakan Kuda Troya sebagai 'hadiah untuk para dewa'.

>>> Musuh Terkuat Spider-Man Kembali dengan Desain Baru yang Mengejutkan

Twist yang Mengubah Persepsi Akhir

Twist terbesar film ini terungkap saat pasukan Odysseus membantai warga tak berdosa di Troya, termasuk seorang wanita muda yang dipenggal.

Adegan ini langsung beralih ke kepala patung Athena yang jatuh, menunjukkan apa yang dilihat Odysseus dalam ingatannya.

Adegan ini menjadi momok bagi Odysseus selama ia tinggal di pulau Calypso, dan membekas saat ia melihat ketakutan di wajah Circe dan saat anak buahnya menghina dewa matahari.

Sebagai satu-satunya yang selamat dari murka Zeus, Odysseus membawa cerita ini, yang menyiksanya karena ia tahu tindakannya telah mengutuk krunya dan membahayakan istri serta putranya.

Ketika Odysseus menjelaskan kepada Penelope bahwa 'orang-orang dari laut' yang ditakuti adalah dirinya dan krunya, itu bagaikan belati di hatinya.

Momen ini memperkuat kesadarannya untuk menghormati para prajuritnya yang gugur dan memperbaiki hidupnya.

Akhir cerita diubah agar sesuai dengan pemahaman Odysseus. Alih-alih memerintah kerajaannya bersama Penelope setelah membunuh para pelamar, Odysseus menerima pengasingan bersama Penelope untuk menjelajahi dunia.

Putranya kemudian mengambil alih takhta.

>>> Serial Outlander Kembali dengan Rilisan Baru di 2026

Pengasingan ini menjadi penebusan atas dosa-dosanya, yang semuanya telah diisyaratkan sejak awal film melalui jatuhnya patung Athena dan bimbingannya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru