Penampilan ini memberinya Oscar Aktor Pendukung Terbaik anumerta dan menjadi tolok ukur bagi setiap aktor yang memerankan Joker setelahnya.
Perbandingan ini terbukti tak terhindarkan selama hampir dua dekade, terlepas dari pendekatan berbeda yang diambil oleh para penerusnya.
Saat Jared Leto mengambil peran Joker pada tahun 2016 dalam 'Suicide Squad', ia terpengaruh oleh mitos seputar proses Ledger, yang dipercaya berkontribusi pada kematian sang aktor.
Berdasarkan cerita tentang isolasi dan jurnal Ledger, Leto memilih teknik akting ekstrem, termasuk mengirim hadiah mengerikan kepada rekan-rekannya.
Strategi ini menghasilkan berita, namun tidak menghasilkan performa yang baik.
Meskipun 'Suicide Squad' meraih box office yang baik, film ini dikritik keras oleh para kritikus dan penggemar yang kecewa dengan versi Leto.
Upaya selanjutnya, seperti oleh Joaquin Phoenix dalam 'Joker' (2019) yang memenangkan Oscar Aktor Terbaik, berhasil melampaui angka $1 miliar dan menjadi film R-rated pertama yang mencapai itu.
Namun, penggemar tetap menganggap Phoenix sebagai Joker alternatif, bukan yang utama.
Kemunculan singkat Barry Keoghan sebagai Joker dalam adegan yang dihapus di 'The Batman' (2022) juga langsung dibandingkan karena bekas luka di sekitar mulutnya yang mengingatkan pada senyum mengerikan Ledger.
Meskipun Keoghan dirumorkan akan muncul lagi di 'The Batman II', belum ada yang berhasil menggusur posisi Ledger di hati penggemar dan kritikus.
Sulit membayangkan ada yang bisa menyamai pencapaian tersebut.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Konami Isyaratkan Kebangkitan Seri Game Klasik Bloody Roar Melalui Pembaruan Merek Dagang
Adria Arjona Hindari Konfirmasi Peran Wonder Woman Jelang Man of Tomorrow